Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Sunday, 15 October 2017

WEEK 11 (Contoh Riset Studi Kasus): Kemampuan Menyelesaikan Soal Matematika (PISA) dan Daya Juang Siswa dalam Menghadapi UN

Khoirudin Joyo

Judul Penelitian: 
Kemampuan Menyelesaikan Soal Matematika (PISA) dan Daya Juang Siswa dalam Menghadapi UN

Peneliti:
Helva Elentriana dan Resvita Febrima

Latar Belakang:
Salah satu kemampuan yang penting dimiliki setiap masyarakat Indonesia yaitu kemampuan literasi. Pembelajaran matematika di Indonesia telah dirancang agar kemampuan literasi dimiliki oleh setiap siswa. Indonesia telah mengikuti studi internasional yang menilai kemampuan literasi matematika siswa, yaitu Programme for International Student Assessment (PISA). Soal pada studi PISA merupakan tipe soal pemecahan masalah dengan konteks yang lebih luas. Soal PISA dibuat dengan tingkatan level yang berbeda. Hasil studi PISA tahun 2012 menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa Indonesia masih rendah.

Solve
Solve (shopify.com)

Tujuan Penelitian: 
Melihat bagaimana kemampuan menyelesaikan soal matematika PISA dan daya juang siswa dalam menghadapi UN mendatang

Metode Penelitian:
Studi ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Responden penelitian ini adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Bengkulu Selatan. Responden dipilih dengan alasan siswa tersebut sebentar lagi akan mengikuti UN. Hal ini ditujukan agar dapat melihat kesiapan siswa jika soal tipe PISA tiba-tiba keluar pada soal UN. Data dikumpulkan dengan teknik tes dan angket, dilengkapi dengan wawancara mendalam kepada responden.

Teknik pengumpulan data yaitu (1) tes yang digunakan untuk memperoleh data mengenai kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal dengan penilaian kemampuan siswa menggunakan rubrik penilaian hasil kerja siswa. Soal tersebut berupa essai yang diambil dari soal PISA, (2) angket daya juang siswa dalam pembelajaran matematika yang telah digunakan pada penelitian sebelumnya, (3) wawancara untuk mengetahui bagaimana siswa dalam mengerjakan soal dan menggali data terkait kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal, dan (4) dokumentasi untuk mendapatkan data tentang nama siswa dan hasil pekerjaan tes. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber yaitu membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan dengan sumber data informasi sebagai bahan pertimbangan.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, meliputi : (1) reduksi data, Dalam hal ini peneliti mencatat hasil wawancara serta mengumpulkan data tes dan dokumentasi dari informan yang berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal, (2) penyajian data ini juga berbentuk teks naratif, teks dalam bentuk catatan hasil wawancara dengan informan penelitian sebagai informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya kesimpulan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal, (3) penarikan kesimpulan untuk melihat kemampuan siswa dapat diketahui berdasarkan hasil tes soal PISA yang diberikan kepada siswa dan hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada siswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Selain itu, juga ditarik kesimpulan untuk daya juang siswa pada pembelajaran matematika, serta pengaruh daya juang siswa terhadap kemampuan siswa memecahkan masalah matematika. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XII IPA SMAN 1 Bengkulu Selatan berjumlah dua puluh tiga orang siswa, disimbolkan dengan S1, S2, S3, S4, ...., dan S23.


Hasil dan Kesimpulan
Kemampuan siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Bengkulu Selatan masih tergolong rendah, dimana persentasi siswa menjawab benar soal nomor 1, 2, 3, 4 , dan 5 berturut-turut yaitu 68,86%; 17,39%; 52,17%; 21,73%; dan 8,69%. Untuk daya juang siswa sudah tergolong baik dan tidak banyak beragam Dari hasil pengukuran daya juang terhadap 23 siswa yang dijadikan respoden, diperoleh data skor maksimum 247 dan skor minimum 192, sehingga diperoleh rentang (jangkauan) data sebesar 55. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh mean 221,1; median 227,0; modus 239,0; dan simpangan baku 17,95. Dari hasil penelitian juga ditunjukkan bahwa siswa berkategori daya juang tinggi lebih baik dalam menyelesaikan soal PISA dan sebaliknya. Rendahnya kemampuan siswa disebabkan karena siswa kurang terlatih menyelesaikan soal setipe soal PISA.

Referensi:
Elentriana, H. & Febrima, R.. (2017). Kemampuan Menyelesaikan Soal Matematika (PISA) dan Daya Juang Siswa dalam Menghadapi UN. Seminar Matematika dan Pendidikan Matematika UNY 2017.

0 comments:

Post a Comment