Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Saturday, 14 October 2017

WEEK 10 (Contoh Riset Etnografis): Kesulitan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika pada Siswa SMP

Khoirudin Joyo

Judul Penelitian: 
KESULITAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA SISWA SMP

Peneliti:
UMMI KHASANAH

Latar Belakang:
Tingkat kemampuan siswa dalam memahami konsep serta menerapkannya dalam pemecahan masalah masih sangat kurang. Hal ini bisa dilihat dari hasil persentase penguasaan materi Ujian Nasional SMP Negeri 1 Colomadu berdasarkan SKL dinyatakan Badan Standar Nasional Pendidikan (2013) yaitu (1) Memahami operasi bentuk aljabar, konsep persamaan & pertidaksamaan linier, persamaan garis, himpunan, relasi, fungsi, sistem persamaan linier, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah 39,75%; (2) Siswa memahami sifat & unsur bangun ruang, menggunakannya dalam pemecahan masalah 40,88%; (3) Memahami konsep peluang suatu kejadian serta menerapkannya dalam pemecahan masalah 44,69%; (4) Menggunakan konsep operasi hitung & sifat-sifat bilangan, perbandingan, bilangan berpangkat, aritmetika sosial, barisan bilangan, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah 45,15%; (5) Memahami konsep kesebangunan, sifat & unsur bangun datar, serta konsep hubungan antarsudut dan/atau garis, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah 45,90% (6) Memahami konsep dalam statistika, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah 63,27%.

study hard
Hard (quoracdn.net)

Tujuan Penelitian: 
Mendiskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika yang dibagi dalam beberapa aspek yaitu kesulitan pada aspek bahasa, prasyarat dan terapan.

Metode Penelitian:
Jenis penelitin berdasarkan pendekatan kualitatif dengan design etnografi (Sutama 2012: 62). Subjek penelitian guru dan siswa SMP Negeri 1 Colomadu. Teknik pengumpulan data yaitu (1) observasi, mengamati proses pembelajaran dikelas antara guru dan siswa, (2) wawancara tidak terstandar artinya wawancara yang digunakan tidak harus sesuai dengan daftar pertanyaan, namun tetap dalam fokus tujuan penelitian, (3) dokumentasi untuk menganalisis dokumen-dokumen yang berkaitan dengan fokus penelitian, seperti hasil kerja siswa dalam menyelesaikan test prestasi belajar matematika dengan jenis soal cerita matematika.


Hasil dan Kesimpulan
Kecenderungan kesalahan pada aspek bahasa, yaitu (1) beberapa siswa membaca soal kurang tepat, sehingga terjadi kesalahan penafiran; (2)siswa sulit memahami bahasa yang kurang familiar, karena kemampuan berbahasa dan bernalar yang kurang; (3) siswa sering tidak memahami cerita yang sedikit berbelit-belit; (4) siswa tidak mampu mengidentifikasi dengan baik maksud soal (apa yang ditanyakan pada soal); dan (5) siswa tidak mampu menceritakan kembali maksud soal dengan bahasa sendiri.

Kecenderungan kesalahan pada aspek prasyarat, yaitu (1) siswa tidak dapat mengidentifikasi/menuliskan apa yang ditanyakan dan dicari; (2) kurangnya kemampuan siswa dalam mentransformasikan kalimat kedalam model matematika; dan (3) kurangnya pemahaman konsep yang diterapkan, sehingga siswa sulit menentukan rumus yang digunakan.

Kecenderungan kesalahan pada aspek terapan, yaitu (1) siswa tidak dapat menggunakan rumus dengan tepat atau terjadi kesalahan mensubtitusikan apa yang diketahui pada rumus, dan (2) kurangnya pemahaman materi prasyarat dalam menyelesaikan soal cerita matematika seperti operasi bilangan bulat, pecahan, desimal maupun perpangkatan mengakibatkan siswa tidak dapat menyelesaikan dengan tepat permasalahan tersebut.


Referensi:
Khasanah, U.. (2016). Kesulitan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika pada Siswa SMP. Artikel Publikasi:UMS


0 comments:

Post a Comment