Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Saturday, 19 November 2016

Manfaat Permainan Tradisional Menurut Ki Hajar Dewantara

Khoirudin Joyo

Mengenai manfaat permainan tradisional, KI Hajar Dewantara dalam bukunya Pendidikan menyatakan: 
“Mudahlah kini bagi kita untuk dapat menetapkan guna dan faedahnya permainan kanak-kanak itu bagi kemajuan jasmani serta rohani kanak-kanak. Tubuh badannya menjadi sehat dan kuat, serta hilanglah kekakuan bagian–bagian tubuh, hingga gampang dan lancar anak-anak melakukan segala serpak terjang dengan segala bagian tubuh badannya. Seluruh panca indranya teristimewa, mata serta telinga dan tangan kakinya dapat dipergunakan dengan sebaik-sebaiknya; lancar, lembut dan cekatan”. 

Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa permainan tradisional selain berfungsi bagi kemajuan jiwa juga dapat berpengaruh terhadap perkembangan fisik anak. Karena hampir semua permainan tradisional selalu melibatkan badan agar aktif bergerak. Sudah tentu gerakan-gerakan tersebut dapat dijadikan sebagai stimulus agar fisik anak dapat tumbuh dengan baik. Selain itu dengan bermain permainan tradisional, anak-anak dapat lebih tegas mengoreksi segala kekurangan atau kesalahan pada diri sendiri jika mereka kalah dalam permainan. 

Manfaat Permainan Tradisional Menurut Ki Hajar Dewantara (gudangnews.info)
Permainan Tradisional (agrarindo.com)
Selanjutnya, Ki Hajar Dewantara menjelaskan dengan lebih terperinci bahwa permainan tradisional selain bermanfaat bagi kemajuan jiwa, juga membawa manfaat terhadap pengaruh timbulnya ketajaman pikiran, kehalusan rasa, serta kekuatan kemauan anak. 

Di samping itu, Permainan tradisional juga membiasakan anak-anak untuk berpikir logis, serta menghilangkan rasa keseganan atau rasa putus asa pada diri anak. Permainan tradisional mendidik anak-anak untuk terus berjuang sampai tercapai tujuannya.   Jadi, permainan tradisonal bukan saja sekedar hiburan, melainkan dapat dipergunakan untuk menanamkan pengertian serta membina sikap dan keterampilan tertentu pada anak. Patut diingat pula, bahwa pengetahuan yang terdapat dalam permainan tradisional diterima oleh anak-anak tidak dengan paksaan atau perintah. Sehingga memudahkan mereka untuk menerima pengetahuan tersebut. Tanpa sadar mereka telah belajar sambil bermain.
pen/Khafidlo Fahri Inayati (Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Annur Bantul)

0 comments:

Post a Comment