Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Thursday, 28 April 2016

Inilah Empat Algoritma Sederhana Tentang Penentuan Tahun Kabisat

Khoirudin Joyo

Tahun kabisat atau leap year adalah tahun yang memiliki penambahan satu hari untuk tujuan menyesuaikan kalender dengan tahun astronomi. Tahun kabisat dapat terjadi karena periode bumi mengelilingi matahari tidak bulat 365 hari, tetapi 365,241 hari atau sama dengan 365 hari 5 jam 47 menit 2,4 detik.

Jika hal ini diabaikan, maka setiap empat tahun akan kekurangan hampir 1 hari (tepatnya 23 jam dan 9 menit 0,6 detik). Jadi, untuk mengkompensasi ini, setiap 4 tahun diberi satu hari ekstra pada 29 Februari Mengapa Februari? Penambahan ini terjadi pada 1500. Saat itu, para astronom Kaisar Julius Caesar, Sosiogenes, menciptakan kalender Julian, menggunakan perhitungan ada 365,25 hari dalam setahun. Tapi tetap ada cacat dari kalender Julian sampai akhirnya muncul sistem kalender baru, yang disebut kalender Gregorian, arah Paus Gregorius XIII, ditetapkan pada tahun 1582.

Leap year  Inilah Empat Algoritma Sederhana Tentang Penentuan Tahun Kabisat
leap year (napavalleyregister.com)
Dalam kalender Julian, periode bumi mengelilingi matahari atau tahun dibulatkan menjadi 365,25 hari, jadi setiap 4 tahun akan ada tambahan hari. Ternyata itu tidak benar, satu tahun harus 365,241, Julian kalender lebih 0.036 hari. Untuk mengatasi hal ini, kriteria berubah tidak hanya tahun kabisat setiap empat tahun, tetapi juga tidak harus menjadi kelipatan seratus, menyesuaikan untuk menghilangkan kelebihan 0.036 yang terjadi setiap tahun.

Ada algoritma sederhana untuk menentukan apakah tahun, termasuk tahun kabisat atau tidak sebagai berikut

1. Jika jumlah tahun itu habis dibagi 400, maka tahun itu pasti tahun kabisat.

2. Jika jumlah tahun tidak habis dibagi 400 tetapi habis dibagi 100, maka sudah pasti tahun ini bukan tahun kabisat.

3. Jika jumlah tahun tidak habis dibagi 400, tidak habis dibagi 100, tetapi habis dibagi 4, maka tahun adalah tahun kabisat.

4. Jika jumlah tahun tidak habis dibagi 400, tidak habis dibagi 100, dan tidak habis dibagi 4, maka tahun ini bukan tahun kabisat.

Tahun kabisat tidak hanya pada kalender Gregorian (Masehi), tetapi juga dalam kalender Hijriyah, kalender Tionghoa, dan kalender yahudi. kalender Islam menambahkan satu hari di bulan Dzulhijjah, sehingga Dzulhijjah bulan memiliki 30 hari. Hal ini juga di Tionghoa kalender (Lun bulan) kalender yahudi (Adar bulan). (Writer/‘Azzanie Karima Arroida)

References:
(1)Handwerk, Brian. The Surprising History Behind Leap Year. 26 February 2016. Web. 5 March 2016. <http://news.nationalgeographic.com/2016/02/160226-leap-year-science-time-world-cultures-february/> (2) Utomo, Yunanto Wiji. Sejarah Tahun Kabisat. Sejak Kapan Ada Tanggal 29 Februari. 1 March 2016. Web. 18 March 2016. <http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/03/sejarah-tahun-kabisat-sejak-kapan-ada-tanggal-29-februari> (3) Vox. How Leap Year Works. 27 February 2016. Web. 18 March 2016. <https://www.youtube.com/watch?v=YTOr8_ILqGw> (4) Wikipedia. Tahun Kabisat. 1 March 2016. Web. 17 March 2016. <https://id.wikipedia.org/wiki/Tahun_kabisat>

0 comments:

Post a Comment