Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Sunday, 13 December 2015

Kemeriahan Senam Massal Gulurejo Gerakan Mendukung Difabel

Khoirudin Joyo

Banyak orang yang selalu merasa kurang atas apa yang dimilikinya. Sebenarnya saat kita melihat sekeliling, ada banyak orang yang kurang beruntung yang tidak bisa menikmati hal-hal yang tidak bisa dirasakan kebanyakan orang. Orang-orang berkebutuhan khusus memang tidak bisa seperti orang pada umumnya tetapi mereka punya cara terbaik untuk terus semangat dan bersyukur atas apa yang mereka miliki. 

Istilah difabel berasal dari singkatan differently abled people. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), difabel adalah suatu kekurangan yang menyebabkan nilai atau mutunya kurang baik atau kurang sempurna / tidak sempurnanya akibat kecelakaan atau lainnya yang menyebabkan keterbatasan pada dirinya secara fisik.

Melihat gambaran di atas sebenarnya akan lebih tepat jika kita menggambarkan difabel sebagai orang yang mempunyai kemampuan berbeda dan bukan orang yang mempunyai ketidakmampuan atau kecacatan. Buktinya banyak orang-orang yang menyandang difabel tapi bisa melakukan hal-hal diluar ekspektasi orang di lingkungannya. 

Pada hari Minggu (13 Desember 2015) dalam rangka memperingati Hari Difabel Internasional yang jatuh pada 3 Desember 2015, Desa Gulurejo menyelenggarakan Senam Massal Gerakan Mendukung Penyandang Difabel. Desa Gulurejo terletak di Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan oleh Karang Taruna Bakti Desa Gulurejo bekerja sama dengan Pemerintah Desa Gulurejo, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta pihak-pihak lain yang ikut mendukung acara tersebut.

Senam Massal Gulurejo Lendah Golongan Muda
Muda 
Anak-anak
Senam Massal Gulurejo Lendah Golongan orang tua
Orang Tua
Sekitar seribu peserta senam massal tumpah ruah dalam acara ini. Beberapa agenda yang terselenggara antara lain penampilan orjen dari penyandang difabel, pembacaan orasi dari perwakilan difabel, santunan kepada penyandang difabel dan banyak lagi. 

Kemeriahan juga dirasakan oleh pesera senam massal karena panitia telah menyediakan banyak hadiah seperti televisi, kompor, sepeda dan lain-lain. Masyarakat sangat antusias atas terselenggaranya acara ini. Mereka sangat mendukung dan siap saling membantu, hidup berdampingan dengan penyandang difabel. Bagi mereka yang telah sadar arti penting kemanusiaan dan persamaan, bahwa setiap orang itu terlahir dengan sempurna. Tuhan tidak pernah salah dengan ciptaan-Nya.

Difabel Hari Difabel Internasional
Difabel (tmpo.co)
Mereka tidak perlu dikasihani, akan tetapi mereka perlu diberi kesempatan untuk berkembang. Mereka butuh wadah dan dukungan dari semua pihak. Melalui terselenggaranya acara ini diharapkan bahwa masyarakat dan perangkat pemerintahan semakin memperhatikan dan peduli kepada penyandang difabel sehingga mereka bisa mandiri dan nyaman berada di lingkungan masyarakat. 

0 comments:

Post a Comment