Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Thursday, 26 November 2015

Menelusuri Kekayaan Nusantara Menuju Indonesia Kuat

Nusantara berasal dari dua kata yaitu Nusa yang berarti pulau dan antar. Pulau-pulau yang terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) serta dua Samudra (Pasifik dan Hindia). Diartikan sebagai tanah air Indonesia, kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau-pulau yang terletak di antara dua samudra (Pasifik dan Hindia) dan dua benua (Asia dan Australia).[1]

Dari definisi tentang pengertian nusantara tersebut, kita bisa mempunyai pandangan bahwa nusantara atau Indonesia merupakan negara besar yang patut diperhitungkan oleh dunia. Hal tersebut bisa digambarkan oleh berbagai kelebihan Indonesia dibanding dengan negara-negara lainnya.  Indonesia berbredikat sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.  Dari Sabang sampai Merauke yang terbentang jarak yang sangat panjang. Jumlah penduduk Indonesia menjadi yang terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika.

Raja Ampat (Alam Indonesia)
Raja Ampat-Alam Indonesia (ceanicliveaboard.com/)
Dewasa ini persaingan antar negara dalam dunia internasional semakin sangat ketat dan terbuka. Perlu hal yang lebih untuk bisa menjadi pesaing handal dan menjadi pemenang di sebuah persaingan global. Di masa mendatang setiap pelaku ekonomi harus meningkatkan kemampuan bersaing apabila masih ingin mempunyai peran di bidangnya.[2] Negara-negara maju mengandalkan kemuktahirannya dalam bidang penguasaan teknologi dan merajai ekonomi dunia. Sementara negara yang sedang berkembang seperti Indonesia harus mempunyai keunggulan-keunggulan untuk menarik mata dunia internasional.

Indonesia adalah negara yang kaya. Potensi yang dimiliki sangat luar biasa.  Kekayaan Nusantara begitu banyak dan beraneka ragam. Sumber daya alam Indonesia sangat melimpah dan belum banyak orang yang mengetahui hal tersebut.  Sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di Indonesia sangat bisa dimaksimalkan. Kekayaan alam Indonesia dari kekayaan laut, darat, bumi dan kekayaan lainnya terkandung di dalam bumi nusantara. Kemudian dilihat dari segi sumber daya manusia, dengan jumlah penduduk yang sangat banyak, keuntungan ini dapat membuat Indonesia menjadi negara yang benar-benar kuat di mata dunia.
Freeport Papua Indonesia
Freeport (islamtimes.org)
Dalam keinginan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat terdapat rintangan yang serius apalagi dengan adanya pasar bebas semakin menjadikan modal asing makin mendominasi perekonomian. Kekayaan Indonesia banyak dieksplorasi oleh bangsa asing sedangkan rakyatnya hanya menjadi pekerja yang digaji sangat rendah.

Indonesia dikenal sebagai negeri gemah ripah loh jinawi. Kekayaan alamnya melimpah, salah satunya adalah emas. Potensinya tersebar merata di seluruh penjuru negeri, seperti di Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, dan kawasan timur Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2013, jumlah cadangan emas di Indonesia sebesar 3.000 ton dan sumber dayanya mencapai 6.000 ton. Adapun di seluruh dunia, menurut data United States Geological Survey (USGS) 2011, cadangan emas mencapai 51 ribu ton.[3]

Ir. Tato Miraza, S.E., M.M., Direktur Utama PT ANTAM (Persero) Tbk, mengatakan bahwa potensi emas di Indonesia sebenarnya menjanjikan, tapi besar atau tidaknya belum diketahui karena belum dieksplorasi seluruhnya. Dua tambang yang sudah terbukti memiliki potensi besar adalah Grasberg di Papua yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia dan Sumbawa Barat oleh PT Newmont Nusa Tenggara. “Kalau potensinya, Indonesia berada di urutan kelima atau keenam dunia karena belum tergali,” kata Tato.[4]

Seandainya bangsa Indonesia bisa memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki dengan baik maka kemungkinan besar rakyat Indonesia akan merasakan kekayaan bangsa ini dengan kesejahteraan yang tinggi sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 ayat 3 yang menyatakan bahwa: Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Berdasarkan ayat tersebut, memaksimalkan kekayaan yang dimilika adalah kewajiban bangsa Indonesia agar rakyatnya mendapatkan kemakmuran yang nyata.

Kendala yang dialami bangsa Indonesia adalah kurangnya kemampuan sumber daya manusia yang bisa mengelola hasil alam yang dimiliki. Sekarang ini sumber alam Indonesia secara tidak langsung dijajah oleh pihak asing. Mereka masuk di Indonesia dengan dalih membantu untuk mengelola kekayaan alam Indonesia, tetapi pada kenyatannya mereka hanya memanfaatkannya dan mengeksploitasi kekayaan Indonesia secara besar-besaran tanpa memperdulikan lingkungan sekitarnya. Keuntungan yang didapat oleh pihak asing sangatlah besar dan tidak sebanding dengan apa yang bangsa Indonesia peroleh.

Eksplorasi yang berlebihan dan merugikan bangsa masih banyak ditemukan sampai saat ini. Salah satu perusahaan asing yang mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia secara besar-besaran yaitu PT. Freeport. Perusahaan merupakan perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) yang mengeruk emas di Papua selama puluhan tahun ini.

Tahukah anda bahwa tambang emas terbesar di dunia itu adalah di Grasberg Papua – Indonesia dengan produksi 40.9 ton per tahun ? Jika 1 gram emas = 300 ribu. 1 kilogram = 300 juta. 1 ton = 300 M. 40.9 ton = 12.3 Trliun/ tahun. Itulah produksi “sampingan” PT. Freeport. Kenapa disebut produksi sampingan PT. Freeport, karena PT. FI produksi utamanya adalah tembaga yang besarnya 18 juta ton. Perak 3400 ton. Kandungan emas terbukti di tambang Grasberg Papua saja (belum termasuk area tambang freeport di area lain di papua) = 1600 Ton. Dengan harga 300 ribu/ gram (harga pasar sudah di atas 400 ribu/gram) didapatkan total = 480 triliun. 50% saja kembali ke Papua, sudah kaya raya.[5]

Sungguh besar keuntungan yang didapat oleh perusahaan tersebut. Dengan memanfaatkan kelemahan Indonesia di bidang sumber daya manusia dan teknologi, mereka dapat dengan mudah masuk ke celah untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya bagi perusahaan mereka. Walaupun mereka membagi hasil tambang dengan pihak Indonesia tetapi jumlah bagi hasil yang sangat timpang menjadi masalah serius bagi kesejahteraan ekonomi bangsa ini.

PT. Freeport Indonesia tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi bagi Indonesia, tetapi menyebabkan beberapa kebrugian lainnya, yaitu pelanggaran Hak Asasi manusia khususnya orang asli Papua dan kerugian lingkungan. Padahal kita ketahui bersama, lingkungan merupakan aspek penting dalam kehdupan, karena lingkungan merupakan tempat bermukimnya manusia, jika lingkungan sudah tercemari atau mengalami kerusakan, masyarakat yang berada disekitar lingkungan tersebutpun tidak akan bisa lagi hidup sehat, dan tidak bisa hidup sehat merupakan cikal bakal dari kemiskinan bahkan pada suatu kondisi tertentu bisa berdampak pada kematian.[6]

Dengan adanya banyak kerugian yang dialami bangsa Indonesia maka perlu penanganan yang bersifat solusif untuk menghentikan penderitaan bangsa ini dan bisa menjalankan amanah dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 3. Langkah-langkah penangan ini harus dilakukan oleh seluruh aspek di dalam bangsa ini, mulai dari masyarakat sampai pemerintahannya.

Rencana Pemerintahan Joko Widodo mengambil sedikit demi sedikit saham PT Freeport Indonesia mulai Oktober 2015 diperkirakan tidak akan mudah. Sebagai salah satu perusahaan milik Amerika Serikat yang mengelola tambang terbesar di dunia, dipastikan pemerintah Negeri Paman Sam tidak akan tinggal diam.[7]

Untuk menjadikan Indonesia benar-benar kuat di mata dunia maka perlu proses yang berjangka dan tidak instan. Banyak hambatan yang dilalui dalam mencapai keinginan tersebut. Hal yang harus dilakukan adalah dengan menyiapkan generasi emas yang bisa mengelola dan memajukan bangsa Indonesia. Proses menjadikan generasi berikutnya agar menjadi generasi emas yaitu dengan membenahi sistem pendidikannya.

Sebisa mungkin orang tua dan guru harus bisa mengarahkan setiap anak didiknya untuk tepat berada dalam bidang keahliannya. Banyak anak yang sebenarnya mau di bidang tertentu akan tetapi karena tidak ada dukungan dan terdapat dorongan sekitar yang menawarkan janji-janji bahwa menjadi seorang (contoh: dokter) adalah merupakan pekerjaan yang menawarkan gaji dan kehidupan cerah maka anak tersebut menjadi terpengaruh dan tidak tepat pada keahlian yang sebenarnya ia punya. Jika setiap anak dapat berada pada bidang yang ia kuasai dan ia menjadi dangat ahli pada bidang tersebut maka tidak mungkin ia bisa mengelola kekayaan Indonesia dengan sangat baik.

Kemudian untuk sekarang ini kebanyakan mental masyarakat Indonesia masih suka menjadi pekerja dan bukan sebagai pembuat lapangan kerja. Kebanyakan lulusan sekolah atau universitas belum bisa dan belum mempunyai rencana untuk membuat sebuah lapangan pekerjaan baru setelah lulus. Pasca kelulusan, mereka berkeinginan bekerja di perusahaan yang besar dengan gaji yang tinggi. Hal yang perlu diubah dalam mind set seperti ini adalah mengurangi atau menghilangkan seseorang untuk mempunyai mental pekerja sehingga hanya menjadi seorang pekerja saja.

Di saat semua komponen ini bisa saling terhubungkan dan proses pembentukan generasi emas bangsa Indonesia dapat berjalan dengan baik maka keinginan untuk maju adalah bukan hal yang mustahil. Seandainya generasi-generasi ini sudah mempunyai keahlian yang bisa bersaing dengan kekuatan global maka mereka yang akan mengelola sendiri hasil alam Indonesia. Kekayaan Indonesia yang begitu hebat akan bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia secara luas.

[1] Lemhannas.1997. Wawasan Nusantara. Balai Pustaka. Hal 3.
[2] Soedarsono, S. 1997. Ketahanan Pribadi & Ketahanan Keluarga Sebagai Tumpuhan Ketahanan Nasional. PT Intermasa.
[3] Miraza, T.2014. Menggali Potensi Emas di Indonesia. http://microsite.tempo.co/prasetiya_mulya/index-01.html. Diakses pada tanggal 21 Oktober 2015 pukul 18.17.
[4] Ibid.
[5] Etiknews. 2015. PT Freeport : Adalah Kerugian Negara dan Kemiskinan Masyarakat Papua . https://www.academia.edu/9883095/EVALUASI_KONTRAK_KARYA_FREEPORT. Diakses pada tanggal 21 Oktober 2015 pukul 18.20 WIB.
[6] Warastuti, A. 2013. EVALUASI KONTRAK KARYA FREEPORT DENGAN PEMERINTAH INDONESIA. https://www.academia.edu/9883095/EVALUASI_KONTRAK_KARYA_FREEPORT.  Diakses pada tanggal 21 Oktober 2015 pukul 18.29 WIB.
[7] Redi, A. 2015. Jokowi Mau Kuasai Freeport, AS Diyakini Takkan Tinggal Diam. http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150526141301-85-55754/jokowi-mau-kuasai-freeport-as-diyakini-takkan-tinggal-diam/. Diakses pada tanggal 21 Oktober 2015 pukul 18.33 WIB.
Disusun oleh: Khoirudin 
@Ckhoirudin

1 comments:

  1. makasih atas informasinya,sangat menambah ilmu pengetahuan.
    http://www.sinidomino.com/

    ReplyDelete