Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Thursday, 8 October 2015

Behavioristik vs Kognitif, Teori Belajar Manakah yang Lebih Efektif?

Khoirudin Joyo

Teori Belajar Behavioristik atau Teori behaviorisme adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberirespon terhadap lingkungan. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. Adapun tokoh-tokoh yang ahli dalam mengembangkan teori pendidikan behavioristik sebagai berikut.


Behavioristik vs Kognitif, Teori Belajar Manakah yang Lebih Efektif?
Belajar (dedeobi.com)
1. Edward Lee Throndike

Belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus dan respon.


2. Ivan Petrovich Pavlov

Perangsang asli dan neral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan.


3. Burrhus Frederic Skinner

Gaya mengajar guru dilakukan dengan beberapa pengantar dari guru secara searah dan dikontrol guru melalui pengulangan dan latihan.


Menejemen kelas menurut Skinner adalah berupa usaha untuk memodifikasi perilaku antara lain dengan proses penguatan yaitu memberi penghargaan pada perilaku yang diinginkan dan tidak memberi imbalan apapun pada perilaku yang tidak tepat. 


4. Robert Gagne

Mendorong guru untuk merencanakan instruksional pemelajaran agar suasana dan gaya pembelajaran dapat dimodifikasi.


Konstribusi terbesar Gagnne “9 kondisi Instruksional” yaitu mendapatkan perhatian, menginformasikan siswa tujuan yang akan dicapai, stimulasi kemampuan dasar siswa, penyajian materi baru, menyediakan bimbingan, memunculkan tindakan, siap memberikan umpan balik langsung terhadap hasil yang baik, menilai hasil belajar yang ditunjukan, meningkatkan proses penyimpanan memori dan proses.


5. Albert Bandura

Teori belajar sosial Bandura menunjukan pentingnya proses mengamati dan meniru perilaku, sikap, dan reaksi emosi orang lain.


B. Teori Belajar Kognitif

Teori kognitif merupakan suatu bentuk teori belajar yang sering disebut sebagai model perseptual, yaitu proses untuk membangun atau membimbing siswa dalam melatih kemampuan mengoptimalkan proses pemahaman terhadap suatu objek Teori kognitif lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan kemampuan aspek rasional yang dimiliki oleh orang lain.


1. Teori Gestalt

Konsep penting dalam psikologi gestalt adalah Insight yaitu pengamatan atau pemahaman mendadak terhadap hubungan-hubungan antar bagian di dalam suatu situasi permasalahan. Insight ini sering dihubungkan dengan pernyataan aha.


Pikiran adalah usaha-usaha untuk menginterpretasikan sensasi dan pengalaman–pengalaman yang masuk sebagai keseluruhan yang terorganisir berdasarkan sifat-sifat tertentu dan bukan sebagai kumpulan unit data yang terpisah.


Jadi, menurut pandangan psikologi i Gestalt dapat disimpulkan bahwa seseorang memperoleh pengetahuan melalui sensasi atau informasi dengan melihat strukturnya secara menyeluruh kemudian menyusunnya kembali dalam struktur yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dipahami.


2. Teori konstruktivistik

a. John Dewey

Belajar tergantung pada pengalaman dan minat siswa sendiri dan topik dalam kurikulum seharusnya  saling terigentrasi bukan terpisah atau tidak mempunyai kaitan satu sama lain.


b. Jean Piaget

Menurut Paiget, pengamatan sangat penting dan menjadi dasar dalam menuntut proses berpikir anak, berbeda dengan perbuatan melihat yang hanya melibatkan mata, pengamatan melibatkan seluruh membekas pada siswa.


c. Jerome Brunner

Belajar adalah proses yang bersifat aktif terkait dengan ide Discovery Learning yaitu siswa berinteraksi dengan lingkungannya melalui eksplorasi dan manipulasi objek, memuat pertanyaan dan menyelenggarakan eksperimen.


d. Lev Vigotsky

Konstruktif sosial yang dikembangkan oleh vigotsky adalah bahwa belajar bagi anak dilakukan dalam interaksi dengan lingkungan social maupun fisik. Inti konstruktivis Vigotsky adalah interaksi antara aspek internal dan eksternal yang penekanannya pada lingkungan social dalam belajar.


C. Perbedaan Teori Belajar Behavioristik dengan Teori Belajar Kognitif
KATEGORI
BEHAVIORISTIK
KOGNITIF

Pengertian Behaviorisme
Teori Behaviorisme adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka.

Pengertian Kognitif
Siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasi informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisi aturan-aturan itu apabila tidak lagi sesuai.
Perspektif konstruktivisme mempunyai pemahaman tentang belajar yang lebih menekankan pada proses daripada hasil.

Ciri Behaviorisme
Mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil belajar, mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan.
   
Ciri Kognitif
Tasker (1992: 30) mengemukakan tiga penekanan dalam teori belajar konstruktivisme sebagai berikut. Pertama adalah peran aktif siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan secara bermakna. Kedua adalah pentingya membuat kaitan antara gagasan dalam pengkonstruksian secara bermakna. Ketiga adalah mengaitkan antara gagasan dengan informasi baru yang diterima.

Kurikulum Behaviorisme
Kurikulum disajikan dari bagian-bagian menuju keseluruhan dengan menekankan pada keterampilan-keterampilan dasar.
   
KurikulumKognitif
Kurikulum disajikan mulai dari keseluruhan menuju kebagian-bagian, dan lebih mendekatkan pada konsep-konsep yang lebih luas.

Pembelajaran Behaviorisme
Pembelajaran sangat taat pada kurikulum yang telah ditetapkan.

Pembelajaran Kognitif
Pembelajaran lebih menghargai pada pemunculan pertanyaan dan ide-ide siswa

Siswa-Behaviorisme
Kegiatan kurikuler lebih banyak mengandalkan pada sumber-sumber data primer dan manipulasi bahan.
Siswa dipandang sebagai “kertas kosong” yang dapat digoresi informasi oleh guru, dan guru pada umumnya menggunakan cara didaktik dalam menyampaikan informasi kepada siswa.   
   
Siswa-Kognitif
Siswa dipandang sebagai pemikir yang dapat memunculkan teori-teori tentang dirinya

Penilaian Behaviorisme
Penilaian hasil belajar atau pengetahuan siswa dipandang sebagai bagian dari pembelajaran, dan biasanya dilakukan pada akhir pembelajaran dengan cara testing.
   
Penilaian Kognitif
Pengukuran proses dan hasil belajar siswa terjalin di dalam kesatuan kegiatan pembelajaran, dengan cara guru mengamati hal-hal yang sedang dilakukan siswa, serta melalui tugas-tugas pekerjaan


Daftar Pustaka
Sugihartono, dkk.2013.Psikologi Pendidikan. Yogyakarta:UNY Press
Innecke, K. dkk. 2011. Teori-Teori Pendidikan. PLS UM. IMADIKLUS.
http://al-muzhoffar.blogspot.co.id/2011/04/teori-behaviorisme-dan-konstruktivisme.html

Disusun oleh: KHOIRUDIN © UNY

0 comments:

Post a Comment