Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Saturday, 1 August 2015

Mengobati Mental Bisa Membuat Umur Lebih Panjang

Khoirudin Joyo

Banyak sekali orang melupakan hal penting yang satu ini, adalah kesehatan mental. Pada saat Anda menyiapkan harapan dalam hal kesehatan biasa yang lebih difokuskan adalah bagaimana cara agar kondisi tubuh yang lebih baik.

Sebagian besar bahaya bagi kesehatan biasanya memiliki peringatan, misalnya rokok atau tembakau. Tapi, bahaya lain yang tak terlalu jelas, seperti kesepian dan perasaan ditolak, juga bisa menyebabkan efek yang besar bagi psikologis.

Penelitian menunjukkan, isolasi sosial bisa memperpendek usia. Karenanya, mulai saat ini sudah saatnya kita juga memprioritaskan kesehatan mental kita. Beberapa usaha yang bisa kita buat untuk mendapatkan kesehatan emosional yang lebih baik mulai dari dini yang sebagaimana ditulis lewat laman health.kompas.com.
Mengobati Mental Bisa Membuat Umur Lebih Panjang
Stress Pikiran
Beri perhatian pada rasa sakit emosional
Sakit psikologis sama halnya seperti rasa sakit pada fisik, makanya jika ada sesuatu yang sakit lebih dari beberapa hari, jangan diabaikan. Jika Anda mengalami penolakan, kegagalan, atau memiliki suasana hati yang buruk terlalu lama, lakukan sesuatu dan jangan menganggapnya akan berubah lebih baik dengan sendirinya.

Hilangkan rasa kesepian
Manusia adalah makhluk sosial. Rasa kesepian yang berlangsung kronis alias lama bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan emosional, dan meningkatkan risiko kematian prematur sampai 14 persen. Saat Anda terlalu lama kesepian, cobalah menghubungi keluarga, teman, atau bahkan bergabung dalam situs pertemanan. Intinya, putuslah rasa isolasi sosial tersebut.

Putus siklus negatif kegagalan
Luka psikologis cenderung menciptakan lingkaran setan yang terus menjadi lebih buruk setiap waktu. Kegagalan dapat menyebabkan perasaan tidak berdaya yang pada akhirnya dapat membuat kita gagal lagi di masa depan.

Untuk mematahkan siklus negatif kegagalan, temukan cara untuk menguasai situasi tersebut. Pikiran kita tidak dapat diandalkan seperti yang cenderung dipikirkan, sehingga abaikan perasaan menyesatkan dari insting yang memberitahu Anda untuk menyerah, dan fokus pada aspek-aspek dalam kendali, seperti persiapan, perencanaan, usaha dan eksekusi.

Harga diri atau self-esteem Anda seperti sistem kekebalan emosional yang dapat meningkatkan melindungi Anda dari stres dan kecemasan. Kesehatan emosional yang baik melibatkan pemantauan self-esteem sehingga bisa kita tingkatkan saat levelnya rendah. Caranya? Hindari merasa diri kita ini negatif dan tak berdaya.

Perlakukan diri dengan baik
Biasanya kita akan lebih sering mengkritik diri sendiri setelah mendapat penolakan. Kita juga akan membuat daftar kesalahan dan kekurangan. Hal ini sebenarnya bisa membuat kita merasa lebih terpuruk. Ubah kebiasaan ini dengan lebih memanjakan diri sendiri seperti halnya Anda memperlakukan seorang teman baik.

Lawan pikiran negatif
Ketika sesuatu yang menjengkelkan terjadi, wajar jika kita merenungkannya. Tapi mengulang adegan itu secara terus menerus dalam pikiran tidak akan memberikan banyak pencerahan. Alihkan perhatian Anda terhadap tugas yang membutuhkan konsentrasi, seperti permainan di ponsel Anda, lari cepat atau teka-teki silang.

Perbanyak informasi
Jika Anda tahu bagaimana mengobati luka atau sakit flu, maka Anda juga harus tahu bagaimana mengobati penolakan, kegagalan, kesepian, rasa bersalah dan luka emosional umum lainnya. Memahami pentingnya kesehatan psikologis dan mengadopsi kebiasaan baik untuk kesehatan emosional, bukan hanya luka psikologis bisa memudar, tapi juga kualitas hidup ikut meningkat.

0 comments:

Post a Comment