Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Monday, 17 August 2015

Khawatir Berlebih Pertanda Orang Lebih Cerdas

Khoirudin Joyo

Setiap insan yang hidup di dunia ini tentu pernah khawatir, yang dibedakan adalah besar kecilnya cara mereka khawatir. Baru-baru ini ada sebuah penelitian dari urnal Personality and Individual Differences mengunkapkan bahwa orang yang sering khawatir lebih cerdas ketimbang orang normal.

Alexander Penney, tim peneliti dari Universitas Lakehead, Ontario, memberikan 126 pertanyaan yang dirancang untuk memastikan adanya hubungan antara kecerdasan dengan perasaan khawatir yang dipicu berbagai peristiwa dalam kehidupan, demikian dikutip lewat laman tabloidnova.com.

Pertanyaan-pertanyaan itu meliputi berbagai aspek dalam kepribadian mereka. Bukan hanya kegelisahan dan kecerdasan verbal, tapi juga fobia sosial, gemar mengingat masa lalu, uji kegelisahan, dan lain sebagainya,

Khawatir Berlebih Bukti Pertanda Orang Cerdas
Khawatir Berlebih Bukti Pertanda Orang Cerdas
Setelah menganalisa hasilnya, Penney dan tim menemukan korelasi antara kekhawatiran dengan kecerdasan verbal. Kecerdasan verbal artinya dapat menalar bahasa lebih baik. Sedangkan kecerdasan non verbal lebih mampu dalam memaknai hal-hal praktis dan visual.

Tim Penney mendapati, responden yang dilaporkan lebih sering khawatir (misalnya, mereka setuju dengan pernyataan seperti, "Aku selalu khawatir tentang sesuatu") juga mendapat nilai lebih tinggi pada uji kecerdasan verbal. Sebaliknya, mereka yang cenderung meratapi masa lalu memiliki nilai lebih rendah pada uji kecerdasan non verbal.

Orang-orang yang punya kecerdasan verbal lebih cenderung membandingkan hal-hal yang telah mereka alami di masa lalu. Hal ini mereka lakukan untuk menyimpulkan solusi, ketimbang mencerna informasi yang diberikan saat itu. Namun, hal inilah yang menyebabkan kekhawatiran dan waktu merenung lebih intens.

Di lain pihak, orang-orang dengan kecerdasan non verbal menggunakan petunjuk-petunjuk yang mereka dapatkan saat masalah dihadapkan pada mereka saat itu. Akibatnya, kebutuhan untuk mengingat-ingat masa lalu jadi berkurang.

0 comments:

Post a Comment