Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Saturday, 15 August 2015

7 Fakta Tersembunyi Dibalik Proklamasi Kemerdekaan RI

Khoirudin Joyo

17 Agustus merupakan tanggal yang sakral bagi bangsa Indonesia. Itu tidak lepas dari sejarah panjang dan berat yang telah dilakukan oleh para pejuang bangsa untuk memperoleh kemerdekaan Indonesia. Mencapai kemenangan tersebut adalah kado terindah bagi seluruh rakyat Indonesia. Setelah kemerdekaan tahun  1945, untuk meyambut Hari Proklamasi, masyarakat merayakannya dengan berbagai perlombaan seperti balap karung, tarik tambang atau panjat pinang. Tetapi apakah kamu benar-benar mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada hari yang sakral itu?

7 Fakta Tersembunyi Dibalik Proklamasi Kemerdekaan RI

7 Fakta Tersembunyi Dibalik Proklamasi Kemerdekaan RI
Pidato Bung Karno
Berikut ini 7 fakta tersembunyi dibalik  Proklamasi 17 Agustus 1945 yang belum banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia. 
1. Bung Karno Sakit Saat Proklamirkan Kemerdekaan
Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00 (dua jam sebelum pembacaan teks Proklamasi), ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya. Beliau terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi, dan sangat lelah setelah begadang bersama para penyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Saat itu, tepat di tengah-tengah bulan puasa Ramadhan.

'Pating greges', keluh Bung Karno setelah dibangunkan Dr. Soeharto, dokter pribadi kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi. Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta.

Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah. "Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!", ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati.

2. Upacara Proklamasi Kemerdekaan Dilaksanakan Sangat Sederhana
Upacara Proklamasi Kemerdekaan RI berlangsung tanpa korps musik ,tak ada protokol, tak ada konduktor, dan tak ada pancaragam. Kemudian, tiang bendera terbuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Bahkan katanya, katrol tiang bendera dibuat dari gelas bekas sahur Moh. Hatta. Tetapi itulah, kenyataan yang terjadi pada sebuah upacara sakral dalam penantian panjang bangsa indonesia.

3. Naskah Asli Proklamasi Ditemukan di Tempat Sampah
Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh Pemerintah!

Anehnya, naskah historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan BM Diah. Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

4. Proklamator sebenarnya bukan hanya Soekarno-Hatta
Pada saat penyusunan naskah Proklamasi yang hadir di tempat itu dan ikut rapat tentu bukanlah Soekarno dan Hatta saja, akan tetapi ada tokoh-tokoh lain seperti Achmad Soebardjo, Sajuti Melik dan Soekarni. Namun usul Bung Hatta supaya semua yang hadir di rapat tersebut menandatangi teks proklamasi tersebut ditolak oleh Soekarni, salah satu pemuda yang hadir pada penyusunan naskah. Oleh karenanya, Bung Hatta menggerutu, “Huh, diberi kesempatan membuat sejarah tidak mau.”

5. Negatif Film Foto Kemerdekaan Disimpan di Bawah Pohon
Frans Mendoer, Fotografer yang mengabadikan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Ironisnya, begitu upacara selesai, Frans didatangi tentara Jepang yang ingin merampas negatif film foto tersebut. Frans terpaksa berbohong dan mengatakan bahwa negatif filmnya sudah diserahkan kepada Barisan Polopor.

Kejadian yang sebenarnya, Frans menanam negatif film momen bersejarah tersebut di bawah pohon di halaman kantor Harian Asia Raja. Dengan demikian, hingga saat ini, berkat jasanya, seluruh rakyat Indonesia bisa mengetahui gambaran kemeriahan proklamasi melalui foto Frans.

6. Terdapat dua jenis naskah proklamasi yaitu naskah proklamasi klad (ditulis tangan) dan naskah proklamasi otentik (diketik oleh Sayuti Melik).

Ketika diketik, beberapa kata yang mengalami perubahan setelah diketik adalah sebagai berikut:
Kata “Proklamasi” diubah menjadi “P R O K L A M A S I”,
Kata “Hal2″ diubah menjadi “Hal-hal”,
Kata “tempoh” diubah menjadi “tempo”,
Kata “Djakarta, 17 – 8 – ’05″ diubah menjadi “Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05″,
Kata “Wakil2 bangsa Indonesia” diubah menjadi “Atas nama bangsa Indonesia”,
Pada naskah Proklamasi Klad memang tidak ditandatangani, sedangkan pada naskah Proklamasi Otentik sudah ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta.

7. Pidato Bung Soekarno (Teks Pidato Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia)
Tentu saja saat itu, Sosok Soekarno yang sangat terkenbal sebagai orator ulung tidak langsung membacakan naskah proklamasi, namun berpidato terlebih dahulu.
Berikut adalah pidatoBung Karno:

Saudara-saudara sekalian!
Saya telah meminta Anda untuk hadir di sini untuk menyaksikan peristiwa dalam sejarah kami yang paling penting.

Selama beberapa dekade kita, Rakyat Indonesia, telah berjuang untuk kebebasan negara kita-bahkan selama ratusan tahun!

Ada gelombang dalam tindakan kita untuk memenangkan kemerdekaan yang naik, dan ada yang jatuh, namun semangat kami masih ditetapkan dalam arah cita-cita kami.

Juga selama zaman Jepang usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak pernah berhenti. 

Pada zaman Jepang itu hanya muncul bahwa kita membungkuk pada mereka. 

Tetapi pada dasarnya, kita masih terus membangun kekuatan kita sendiri, kita masih percaya pada kekuatan kita sendiri.

Kini telah hadir saat ketika benar-benar kita mengambil nasib tindakan kita dan nasib negara kita ke tangan kita sendiri. 

Hanya suatu bangsa cukup berani untuk mengambil nasib ke dalam tangannya sendiri akan dapat berdiri dalam kekuatan.

Oleh karena semalam kami telah musyawarah dengan tokoh-tokoh Indonesia dari seluruh Indonesia. Bahwa pengumpulan deliberatif dengan suara bulat berpendapat bahwa sekarang telah datang waktu untuk mendeklarasikan kemerdekaan.

Saudara-saudara:

Bersama ini kami menyatakan solidaritas penentuan itu.
Dengarkan Proklamasi kami :
P R O K L A M A S I
KAMI BANGSA INDONESIA DENGAN INI MENYATAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA.
HAL-HAL YANG MENGENAI PEMINDAHAN KEKUASAAN DAN LAIN-LAIN DISELENGGARAKAN
DENGAN CARA SAKSAMA DAN DALAM TEMPO YANG SESINGKAT-SINGKATNYA.

DJAKARTA, 17 AGUSTUS 1945
ATAS NAMA BANGSA INDONESIA.
SUKARNO-HATTA.

Jadi, Saudara-saudara!
Kita sekarang sudah bebas!
Tidak ada lagi penjajahan yang mengikat negara kita dan bangsa kita!
Mulai saat ini kita membangun negara kita. Sebuah negara bebas, Negara Republik Indonesia-lamanya dan abadi independen. Semoga Tuhan memberkati dan membuat aman kemerdekaan kita ini! (source: andriyantomi, careernews, wikipedia)

0 comments:

Post a Comment