Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Tuesday, 14 July 2015

Jatuh Cinta Ternyata Tidak Jauh Berbeda Dengan Pecandu Narkoba

Khoirudin Joyo

Cinta yang biasa dirasakan oleh manusia adalah dalam tahap proses terhadap lawan jenis dan dirasakan hingga ke jantung. Namun, dalam dunia sains, otak adalah lokus cinta atau kalung dalam pemikiran dan bisa diartikan sebagai obat bius.

Hal tersebut terungkap menjelaskan bahwa ilmuwan menemukan tidak adanya perbedaan yang kental, antara otak orang yang sedang jatuh cinta dengan otak orang yang menggunakan kokain sebagai obat bius atau narkotik, demikian dikutip lewat laman Sciencealert.

Penjelasan bahwa kokain bekerja dengan menurunkan ambang yang diperlukan untuk mengaktifkan pusat kesenangan di otak seseorang, yang berarti pengguna akan merasakan kesenangan tersendiri. Pengguna merasa benar-benar dalam kondisi baik dan berbeda dengan yang tidak menggunakan kokain.
Jatuh Cinta Ternyata Tidak Jauh Berbeda Dengan Pecandu Narkoba
Jatuh Cinta Ternyata Tidak Jauh Berbeda Dengan Pecandu Narkoba
Efek tersebut sama dengan yang dirasakan pada otak orang-orang yang sedang jatuh cinta. Studi menemukan bahwa mencintai sesorang akan membuat dan memudahkan untuk memicu kesenangan seseorang untuk selalu merasa baik.

Bahkan rasa jatuh cinta yang dialami seseorang bisa mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan seseorang, karena sistem pusat otak sedang dalam keadaan senang.

"Anda lihat, cinta romantis bukan hanya emosi, itu adalah sebuah perjalanan dari motor pikiran. Dan motor ini membawa energi intens, memusatkan perhatian dan kegembiraan" jelas tim dari AsapSCIENCE.

Ini adalah salah satu saluran dalam channel Youtube yang mempelajari tentang ilmu yang banyak membahas tentang fungsi tubuh. Konsep-konsep ilmiah yang ditampilan dalam setiap video, ditampilkan dalam bentuk narasi atau cerita bergambar.

0 comments:

Post a Comment