Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Friday, 5 June 2015

Refleksi Perkuliahan Pancasila di Pendidikan Matematika FMIPA UNY

Awalnya kami masih berpikir dan penasaran, siapa yang akan menjadi dosen pada mata kuliah Pancasila di semester dua dan bagaimanakah jalannya perkuliahan selama semester ini. Kami mengira jika perkuliahan Pancasila pasti banyak menghafalnya dan sangat membosankan. Ternyata tidak seseram yang kami pikirkan. Perkuliahan Pancasila kami diampu oleh dosen muda bernama Bapak Alif Lukmanul Hakim, M.Phil. Beliau mengajari kami banyak hal yang tidak semua dosen mampu memberikan pemahaman luar biasa bagi mahasiswanya. 

Perkuliahan Pancasila yang kami rasakan di semester dua ini benar-benar edukatif, inspiratif, dan menyenangkan. Pak Alif telah membuka mata kami luas-luas dan dengan banyak sudut yg tidak terpikirkan sebelumnya. Teori tentang "Point of View" memberikan pandangan yg berbeda dan cerdas tentang suatu masalah yg ada saat ini. Kami yang notabene Mahasiswa Eksak (biasa berpikir dan berhitung tentang angka-angka), ternyata dapat enjoy belajar tentang ilmu yg lebih humanis. Indonesia masih perlu banyak Dosen-dosen seperti Pak Alif yg tidak hanya memberikan pengetahuan tentang materi perkuliahan tetapi juga cara berpikir cerdas dalam menghapadi setiap masalah. 

Refleksi Perkuliahan Pancasila di Pendidikan Matematika FMIPA UNY
Perkuliahan Pancasila (img: parivartin.com)
Belajar tentang Pancasila mengajak kita peduli tentang negara kita Indonesia. Indonesia yang saya kenal ternyata punya banyak problema yang sangat mendalam. Pada perkuliahan pancasila, pak Alif memutarkan video tentang apa yang sedang dihadapi Indonesia dan fakta yang sangat menggugah hati kecil kita. Film yang pertama diputarkan dalam perkuliahan ini adalah tentang Ekonomi Pancasila. Setelah menonton video tersebut, pak Alif memberikan tugas untuk mereview film tersebut. Mungkin ini adalah hal yang unik di dalam sebuah pembelajaran. Dari sini mahasiswa akan lebih mengerti dengan detail isi dari film dan lebih bisa menghayatinya dalam kehidupan nyata. 
Sedikit tentang Film Ekonomi Pancasila yaitu ekonomi pasar yang berpedoman pada nilai-nilai moral yang terkandung dalam pancasila. Ekonomi pasar berjalan sendirinya di masyarakat. Perekonomian ini sangat dekat dengan pasar tradisional yang masih kental dengan moral yang ada. Nilai-nilai kemoralan tersebut mengacu pada pancasila, mulai dari sila pertama hingga sila kelima. Sila pertama dan kedua adalah sebagai dasar ekonomi, kemudian sila ketiga dan keempat adalah sebagai cara-cara mencapainya sedangkan sila kelima adalah tujuan dari Ekonomi Pancasila itu sendiri.

Dalam UUD 1945, Pasal 33 ayat ketiga berbunyi: “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.” Pasal ini menjelaskan bahwa seharusnya seluruh kekayaan alam Indonesia dapat dinikmati oleh seluruh rakyat tanpa terkecuali. Tetapi pada kenyataannya, perekonomian Indonesia mengalamai sentralisasi yaitu pada Ibukota Jakarta. Laju perekonomian seakan-akan hanya berjalan pesat di satu tempat dan tempat yang lain sangat jauh tertinggal. Ketidakmerataan ini mengakibatkan banyak masyarakat pedesaan yang melakukan urbanisani ke Ibukota. 

Kehidupan masyarakat Indonesia mayoritas dari hasil pertanian. Sektor ini harus terus dikembangkan agar Indonesia dapat mengahadapi masalah pangan dan ekonomi negeri ini. Ekonomi rakyat Indoneisa ini berbicara tentang “Real Life Economics”. Artinya, kehidupan perekonomian ini harus bisa selaras dengan kenyataan dan tidak boleh menyampingkan penopang perekonomian Indonesia yaitu pertanian.  Dengan majunya bidang pertanian Indonesia, bangsa ini sangat bisa menjadi Negara besar yang mandiri. Untuk itu penting untuk kita semua dalam membangun bersama-sama Ekonomi Pancasila Indonesia ke arah yang benar dan lebih baik.

Kemudian untuk Tugas resume yang kedua, Pak Alif memutarkan film yang menurut saya sangatlah berkesan. Film ini berjudul The New Rulers of The World. Film yang berisi tentang gambaran perubahan besar pada tatanan ekonomi dunia baru. Jika saya tidak menonton film ini mungkin sampai saat ini saya hanya akan memandang bahwa globalisasi itu sangatlah baik bagi Indonesia dan Negara-negara berkembang lainnya. Tapi ternyata hal itu adalah bertentangan. Saya menyarankan bagi yang belum menontonnya, silahkan Anda menontonnya dan saya yakin Anda akan semakin miris tentang fakta menyakitkan dibalik adanya globalisasi.  

Dengan adanya Globalisasi, maka hal ini mengubah tatanan ekonomi baru pada global.  Akibatnya, terjadi ketidakadilan dalam pesatnya era maju yang terlihat. Globalisasi terdesain agar menguntungkan negara-negara maju. Fakta ini memang berbeda dengan idealnya karena globalisasi yang banyak digencarkan oleh Amerika dan negara kapitalis liberal pada konsepnya bertujuan untuk menyatukan segala perbedaan di dunia sehingga dapat memakmurkan dan memajukan semua negara.  Akan tetapi, pada realitanya, globalisasi hanya menguntungkan segelilintir Negara yang notabene adalah Negara yang adidaya dan sudah maju. Sedangkan Negara-negara dunia ketiga semakin sengsara dan menderita. Jurang pemisah antara si kaya dan si miskin semakin tampak dengan jelas.

Dengan kita mengetahui tentang dampak positif dan negatif tentang globalisasi, maka kita akan semakin bijak dalam menyikapinya. Jangan sampai kita terperosok dan menjadi boneka oleh bangsa asing. Ini adalah Negara kita dan selayaknya kita yang mempunyai kuasa penuh agar masyarakat Indonesia makmur sejahtera. 

Pak Alif juga merupakan dosen yang kreatif. Hal ini bisa dilihat saat beliau tidak masuk, Beliau memberikan tugas kepada mahasiswanya untuk membaca sebuah gagasan tulisan di blog Beliau, kemudian kamu ditugaskan untuk mengomentari tentang gagasan tulisan tersebut di kotak komentar. Kegiatan ini akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi mahasiswa tetapi bagi pembaca dari seluruh kalangan  yang membaca blog tersebut.

Tidak terasa satu semester bersama Panjenengan Pak Alif, sudah akan usai. Semoga sukses wahai dosen tepat kami. Do'akan kami agar menjadi insan yg benar-benar cerdas, taqwa, mandiri, dan cendekia, serta berguna bagi seluruh umat manusia.
Kunjungi juga Blog Dosen Pancasila saya:)
Bapak Alif Lukmanul Hakim, S.Fil., M.Phil
Temukan berbagai gagasan inspiratif dan keren di sana.
https://aliflukmanulhakim.wordpress.com/

0 comments:

Post a Comment