Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Friday, 26 June 2015

Pentingya Pancasila Bagi Kemajuan Ekonomi Masyarakat

Khoirudin Joyo

PENTINGNYA PANCASILA BAGI KEMAJUAN EKONOMI MASYARAKAT
Oleh
KHOIRUDIN
Jurusan Pendidikan Matematika
Universitas Negeri Yogyakarta

Pendahuluan
Sejak kemerdekaan Indonesia sekitar 70 tahun yang lalu, Indonesia telah banyak mengalami berbagai tantangan dalam hal bidang ekonomi. Seperti dirilis Berita Resmi Statistik BPS No.06/01/Th.XVIII, tanggal 2 Januari 2015, yang bertajuk Profil Kemiskinan Di Indonesia September 2014, menyatakan bahwa jumlah penduduk miskin September 2014 mencapai 27,73 juta orang atau 10,96 persen. Walaupun berbagai upaya dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan, tetapi angka kemiskinan tidak turun secara signifikan. Prosentase kemiskinan di Indonesia masih diatas 10 %. Hal ini menyebabkan masalah tekanan sosial akibat melebarnya jurang antara yang kaya dan yang miskin.

Padahal pada hakekatnya tujuan ekonomi adalah memenuhi kebutuhan manusia agar manusia menjadi lebih sejahtera.  Dan sampai sekarang pada kenyataannya banyak masyarakat Indonesia belum bisa merasakan yang namanya kejejahteraan hidup. Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah harus berdasarkan ideologi Pancasila.  Kemajuan ekonomi bukan hanya mengejar pertumbuhan saja melainkan demi kemanusiaan dan demi kesejahteraan atas kekeluargaan seluruh bangsa Indonesia.  Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila perlu digali kembali dan diimplementasikan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang menjerat bangsa Indonesia, salah satunya dalam menyelesaikan berbagai masalah perekonomian bangsa. Dengan dasar yang baik serta kesadaran yang penuh maka kesejahteraan masayarakat dalam bidang ekonomi tidak akan menjadi suatu hal mustahil dicapai bangsa Indonesia.
Pentingya Pancasila Bagi Kemajuan Ekonomi Masyarakat
Pancasila



Pengertian Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi merupakan suatu aturan dan tata cara untuk mengatur perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi untuk menraih suatu tujuan. Sistem perekonomian di setiap negara dapat berdeda karena dipengaruhi oleh beberapa factor. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah ideologi bangsa, sifat dan jati diri bangsa, serta struktur ekonomi suatu bangsa.

Secara global, terdapat berbagai macam sistem ekonomi yang diterapkan oleh suatu negara. Sistem ekonomi tersebut antara lain sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi liberal/pasar/bebas, dan sistem ekonomi komando/terpusat/etatis.
1.      Sistem ekonomi tradisional
Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja. Dalam sistem ekonomi ini pengaturan ekonomi dimapankan menurut pola tradisi, yang biasanya sebagian besar menyangkut kontrol atas tanah sebagai sumber terpenting atau satu-satunya sumber ekonomi.
2.      Sistem ekonomi pasar (Liberal/Bebas/Kapitalis)
Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi di mana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith. Pada dasarnya sistem ekonomi yang kapitalis murni hampir tidak ada. Yang  berkembang sekarang ini sistem ekonomi yang sudah campuran. Hanya kadar dominasinya yang menentukan kecenderungannya kepada suatu jenis sistem ekonomi.  Negara yang menggunakan sistem ekonomi ini adalah Amerika Serikat, Swedia, Belanda dan Prancis.
3.      Sistem ekonomi komando(Terpusat/Etatisme/Sosialis/Komunis) Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi di mana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Sistem ini mendasarkan diri pada pandangan Karl Marx.
4.      Sistem ekonomi campuran Sistem ekonomi campuran merupakan campuran dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, di mana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi. Dalam bentuk perekonomian campuran sumber-sumber ekonomi  bangsa, termasuk faktor-faktor produksi dimiliki oleh individu atau kelompok swasta, di samping sumber tertentu yang dikuasai pemerintah pusat, atau pemerintah daerah, atau pemerintah setempat. Karena itu dalam sistem ekonomi campuran dikenal paling tidak dua sektor ekonomi, yaitu sektor swasta dan sektor Negara.
5.      Sistem Ekonomi Pancasila (Indonesia)
Ekonomi Indonesia menyesuaikan pandangan dengan masyarakat yang ada di Indonesia, sehingga dirumuskannya sistem ekonomi yang berbasis pada Pancasila dan UUD 1945. Manusia mencari keseimbangan antara hidup sebagai pribadi, dan hidup sebagai anggota masyarakat. Ekonomi Pancasila ini mendasarkan titik tengah antara perekonomian barat dan perekonomian timur.

Kelebihan Sistem Ekonomi Pancasila (Indonesia)
Bangsa Indonesia menganut sistem ekonomi yang berbasis pancasila. Pancasila merupakan ideologi yang bagus dan sangat menguntungkan dalam rangka memajukan ekonomi masyaraka. Hampir semua pakar ekonomi Indonesia memiliki kesadaran akan pentingnya moralitas kemanusiaan dan ketuhanan sebagai landasan pembangunan ekonomi.

Perekonomian Indonesia sesuai dengan pancasila disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.  Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. Masyarakat dapat mengembangkan perekonomiannya dengan dukungan  oleh pemertintah secara penuh. Pemerintah berperan penting menjaga dan memajukan perekonomian nasional sehingga kebijakan-kebijakan yang tepat dan tidak merugikan masyarakat perlu diperbaiki agar kejejahteraan menurut ideologi dasar negara kita dapat dijalankan dengan baik.

Faktor Penghambat Majunya Perekonomian Nasional
Pancasila sebagai ideologi bangsa semakin tersisih dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Walaupun secara konstitusi Pancasila memiliki kedudukan yang kuat, tetapi dalam prakteknya nilai-nilai yang terkandung di dalamnya belum membentuk pola pikir dan tingkah laku masyarakat Indonesia. Lunturnya nilai pancasila dalam diri bangsa Indonesia mengakibatkan masyarakat semakin mudah terbawa arus dalam penjajahan tersebut dan salah satu implikasi dari hal tersebut adalah kemiskinan terjadi di Indonesia.  Melihat fenomena tersebut, maka Pancasila sebagai salah satu pilar kebangsaan perlu kembali ditegakkan. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila perlu digali kembali dan diimplementasikan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang menjerat bangsa Indonesia, salah satunya dalam menyelesaikan berbagai masalah perekonomian bangsa.

Penutup
Dengan menerapkan nilai-nilai yang ada pada pancasila, harapannya akan membentuk masyarakat yang berpancasila. Sehingga sistem Ekonomi Pancasila tidak hanya sebuah ideologi yang tertulis, akan tetapi benar-benar dapat diimplementasikan oleh seluruh masyarakat dan pemerintah di Indonesia.

Berperilaku sesuai dengan moral Pancasila dalam bidang ekonomi secara terstruktur merupakan upaya menghadapi tantangan perekonomian di Indonesia. Nilai-nilai Pancasila akan membentuk karakter manusia Indonesia yang menjunjung nilai kejujuran tinggi dan kebersamaan yang kuat. Sikap-sikap tersebut mendorong setiap orang untuk tidak egois dan mementingkan kepentingannya sendiri dan lebih mementingkan kepentingan orang lain. Proses menjadi manusia yang berpancasila akan menumbuhkan semangat menuju majunya perekonomian Indonesia.


Daftar Pustaka
http://bukuonline1.blogspot.com/2012/07/peranan-pancasila-dalam-pembangunan.html

http://www.kemenkopmk.go.id/artikel/jumlah-penduduk-miskin-indonesia-277-juta-orang

http://romancesad.blogspot.com/2013/09/pancasila-sebagai-paradigma-pembangunan.html

http://inayahadioktaviana.blog.uns.ac.id/2014/09/28/moral-pancasila-sebagai-basis-kemajuan-perekonomian-bangsa/

http://www.academia.edu/9592278/Peranan_Pancasila_dalam_Perekonomian_Indonesia

http://www.kemenkopmk.go.id/artikel/jumlah-penduduk-miskin-indonesia-277-juta-orang

0 comments:

Post a Comment