Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Friday, 12 June 2015

10 Aturan Belajar yang Baik dan Buruk

Khoirudin Joyo

Banyak orang yang belajar tetapi seringkali mengalami kesulitan dalam mencapai sesuai tujuan yang diinginkannya. Padahal belajar sangat sering dilakukan oleh setiap orang. Belajar  diperlukan untuk meningkatkan kemampuan diri dalam mengenal dan beradaptasi sesuatu yang baru. Dalam menyelesaikan masalah dengan baik, cepat, dan tepat maka diperlukan sebuah pembelajaran sebelumnya. Tidak semua orang dapat melakukan kegiatan belajar dengan baik. Ada saja kendala dalam melakukannya. Agar kita dapat fokus dalam belajar dan mencapai tujuan kita dengan maksimal, berikut merupakan ulasan tentang 10 Aturan Belajar yang Baik dan 10 Aturan Belajar yang Buruk.

10 Aturan Belajar yang Baik. 
10 Aturan Belajar yang Baik
Belajar yang baik (toppr.com)
1. Ingat kembali. Setelah membaca sebuah halaman, cobalah untuk berpaling dan mengingat kembali  isinya. Perhatikan sedikit saja, dan jangan pernah memperhatikan apa pun yang belum dimasukkan ke dalam pikiranmu saat pertama kali membaca. Coba mengingat isi utama ketika kamu berjalan ke kelas atau di ruangan yang berbeda dari tempat awal kamu belajar hal tadi. Kemampuan untuk mengingat-ingat ini menghasilkan ide-ide dari dalam dirimu, kemampuan ini merupakan salah satu indikator kunci dari belajar yang baik.

2. Uji kemampuan dirimu. Dalam setiap hal. Sepanjang waktu. Kartu catatan belajar adalah temanmu.

3. Gumpalkan masalahmu. Chunking adalah memahami dan berlatih dari suatu solusi tentang masalah sehingga pada saat tertentu dalam sekejap bisa mudah datang ke pikiran. Setelah memecahkan masalah, latih kembali hal tersebut. Pastikan kamu dapat mengatasinya dengan santai dalam setiap langkah. Anggap saja masalah diibaratkan sebuah lagu dan diputar berulang-ulang dalam pikiranmu, sehingga informasi yang ada dapat bergabung menjadi satu potongan halus yang bisa dikeluarkan sesuai dengan keinginanmu.

4. Beri jarak dalam setiap pengulanganmu. Perluas belajarmu dalam berbagai mata pelajaran sedikit demi sedikit setiap hari, seperti seorang atlet. Otakmu ibarat seperti otot yang hanya dapat menerima jumlah latihan terbatas pada sebuah subjek dalam jangka suatu waktu tertentu.

5. Gunakan berbagai alternatif teknik pemecahan masalah yang berbeda selama latihan.
Jangan berlatih terlalu lama pada satu permasalahan hanya menggunakan satu teknik saja sehingga tidak akan membuatmu hanya untuk meniru apa yang telah dilakukan pada masalah sebelumnya. Gunakan gabungan  berbagai cara dalam memecahkan berbagai jenis masalah. Ini akan mengajarkan bagaimana dan kapan harus menggunakan teknik tertentu. (Secara  umum, buku tidak diatur dengan cara ini, sehingga kamu perlu melakukan hal ini dengan caramu sendiri.) Setelah semua tugas dan tes selesai, periksa dan evaluasi setiap kesalahan yang ada.  Pastikan kamu paham tentang kesalahan-kesalahanmu, dan kemudian cari solusi yang tepat dari kesalahan tersebut. Belajar yang paling efektif yaitu dengan tulis tangan (bukan mengetik) masalah di salah satu sisi kartu catatan belajar dan menuliskan solusi di sisi satunya. ( Dengan tulisan tangan akan membangun struktur saraf menjadi kuat dan lebih tersimpan memorinya daripada mengetik.) Mungkin kamu juga bisa memfoto kartu catatan belajarmu dan menyimpannya ke dalam aplikasi pada smartphone milikmu. Buatlah pengujian terhadap kemampuan  diri sendiri dengan cara mengambil berbagai jenis persoalan secara acak. Kamu bisa mencapai tujuan yang sama tetapi melakukannya dengan cara lain. Cara melakukannya adalah dengan cara membolak-balik bukumu secara acak, kemudian memilih persoalan, dan lihat apakah kamu dapat mencari solusinya dengan cepat dan tepat.

6. Istirahatlah. Jangan memaksakan.
Secara umum hal ini tidak bisa untuk memecahkan masalah atau mencari tahu konsep dalam matematika atau sains dalam hanya satu waktu pengerjaan. Inilah sebabnya mengapa sedikit belajar setiap hari dan konsisten alan jauh lebih baik daripada banyak belajar sekaligus. Ketika sudah frustrasi dengan masalah matematika atau sains, beristirahat adalah  langkah penting agar pikiran kita dapat bekerja secara lebih baik pada sesi selanjutnya.

7. Gunakan pertanyaan jelas dan analogi sederhana.
Setiap kali kamu sedang berjuang memahami konsep, tanyakan pada diri sendiri, “Bagaimana saya bisa menjelaskan hal ini sehingga anak usia sepuluh tahun bisa memahaminya?”. Menggunakan analogi benar-benar membantu, seperti mengatakan bahwa aliran listrik seperti aliran air. Jangan hanya berpikir tentang penjelasanmu tetapi  katakanlah dengan keras atau menuliskannya. Upaya tambahan berbicara dan menulis memungkinkan kamu untuk lebih dalam berpikir (masuk ke dalam pikiranmu) apa yang kamu telah pelajari.

8. Fokus.
Matikan semua suara yang mengganggu dari ponsel dan komputer, kemudian hidupkan pengingat selama dua puluh lima menit. Fokus sungguh-sungguh selama dua puluh lima menit itu dan mencoba untuk bekerja  semaksimal mungkin pada waktu tersebut. Setelah pengingat berbunyi, berikanlah dirimu hadiah yang menyenangkan dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan. Mungkin bermain game atau apa pun itu yang akan membuat dirimu senang. Melakukan beberapa dari sesi ini dalam satu hari benar-benar  bisa membuat perkembangan yang besar dalam kemajuan studimu. Cobalah untuk mengatur waktu dan mencari tempat untuk belajar sehingga tidak melirik komputer atau ponsel (sesuatu yang kamu lakukan secara alami).

9. Selesaikan yang sulit terlebih dahulu.
Lakukan hal yang paling sulit terlebih dahulu di awal harimu, ketika kondisimu masih dalam keadaan segar dan optimal.

10. Buatlah perbedaan pemikiran.
Bayangkan dari mana kamu datang dan bandingkan dengan mimpmimu di mana  kegiatan studi akan membawa dirimu. Tempel gambar atau kata-kata dalam ruang belajarmu untuk mengingatkan tentang impianmu. Lihatlah tempelan tersebut kamu merasa lelah dan kurang semangat. Hal ini akan memberi efek baik untuk dirimu dan orang yang kamu sayangi!

  
10 Aturan Belajar  yang Buruk
10 Aturan Belajar  yang Buruk
Cara belajar  yang buruk (theatlantic.com)
Hindarilah teknik-teknik yang buruk ini karena hal ini dapat membuang waktumu sia-sia dan bahkan bisa memperburuk daya pikiranmu saat kamu sedang belajar!
1. Membaca ulang secara pasif.
Duduk pasif dan membaca kembali suatu halaman. Kecuali jika kamu bisa membuktikan bahwa materi berada di otakmu dengan cara mengingat gagasan-gagasan utama tanpa melihat halaman, membaca ulang hanya akan membuang-buang waktumu.

2. Memberi tanda pada teks secara berlebihan.
Memberi tanda pada teks dapat menipu pikiranmu ke dalam memikirkan penempatkan sesuatu di otak, ketika semua yang dilakukan sebenarnya hanya menggerakkan tanganmu. Sedikit memberi tanda penting di sana-sini adalah hal yang baik-baik saja dan kadang dapat membantu mengingat dalam poin-poin penting. Tapi jika kamu menggunakan tanda sebagai alat memori, pastikan bahwa apa yang kamu tandai juga masuk ke dalam otak pikiran.

3. Hanya melihat solusi dari masalah dan berpikir kamu tahu bagaimana menyelesaikannya.
Ini adalah salah satu kesalahan terburuk siswa ketika belajar. Kamu harus bisamemecahkan masalah langkah demi langkah, tanpa melihat jawabannya.

4. Menunggu sampai menit terakhir untuk belajar.
Apakah kamu akan berlatih lari satu hari sebelum perlombaan lomba lari? Otak ibarat seperti otot-otot dan merekea hanya dapat menangani jumlah latihan terbatas  pada satu subjek pada suatu waktu tertentu.

5. Memecahkan masalah secara berulang kali dari jenis yang sama padahal sudah kamu tahu bagaimana mengatasinya.
Jika Anda hanya duduk-duduk memecahkan masalah yang sama selama latihan, kamu artinya tidak benar-benar mempersiapkan diri untuk menghadapi suatu tes. Itu seperti mempersiapkan untuk pertandingan basket besar dengan hanya berlatih dribbling saja.

6. Membiarkan sesi belajar dengan teman-teman dan  berubah menjadi sesi obrolan.
Berlatih memecahkan soal dengan teman-teman, dan menanyai satu sama lain apa yang kamu ketahui, dapat membuat belajar lebih menyenangkan, menunjukkan kelemahan dalam pemikiranmu, dan memperdalam belajarmu. Tapi jika sesi belajar bersama teman-temanmu beralih ke menyenangkan sebelum belajar selesai, maka kamu telah membuang-buang waktu mudan harus segera menemukan kelompok belajar lain yang lebih efisien.

7. Mengabaikan membaca buku sebelum mulai mengerjakan soal.
Apakah kamu akan menyelam ke dalam kolam sebelum kamu tahu bagaimana cara untuk berenang? Buku ini ibarat sebagai pelatih renangmu.  Pelatih akan memandu kamu menuju jawaban yang benar. Kamu akan kesulitan dan membuang-buang waktumu jika kamu tidak menyisihkan waktumu untuk membacanya terlebih dahulu. Sebelum kamu mulai membaca, bagaimanapun itu, membaca sekilas tentang bab-bab atau bagian utama adalah hal penting agar mendapatkan gambaran umum tentang apa yang akan kamu baca.

8. Tidak memeriksakan jawaban dengan guru atau teman sekelas untuk memperjelas bagian yang membingungkan.
Guru seringkali merasa sangat sedikit siswa yang datang untuk bimbingan. Padahal itu tugas kami untuk membantu siswa. Kami khawatir terhadap siswa-siswa yang tidak dating ke kami untuk bimbingan.  Jangan sampai menjadi salah satu dari mereka.

9. Merasa kamu dapat mempelajari secara mendalam padahal kamu terus-menerus sedang terganggu.
Setiap gangguan kecil seperti pesan masuk(sms) atau percakapan masuk (telpon) berarti otak kamu akan lebih lemah untuk fokus dalam belajar. Setiap gangguan  akan membuat  kemampuan daya ingatan menjadi lambat.

10. Kurang tidur.
Otak secara bersama-sama melakukan pemecahan masalah ketika kamu tidur, dan juga mempraktekkan dan mengulangi apa pun yang telah kamu masukkan ke dalam pikiran saat sebelum tidur. Kelelahan berkepanjangan memungkinkan racun untuk bersarang di otak yang akan mengganggu hubungan saraf yang kamu perlukan untuk berpikir cepat dan baik. Jika kamu tidak mendapatkan tidur cukup  yang optimal sebelum ujian, TIDAK ADA SATU PUN YANG  TELAH KAMU LAKUKAN AKAN MEMBERIKAN HASIL YANG BAIK.

Sumber informasi:
Barbara Okley 2014, excerpted from A Mind for Numbers: How to Excel in Math and Science (Even if You Flunked Algebra), Penguin, July, 2014

0 comments:

Post a Comment