Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Saturday, 4 April 2015

Mengenal Lebih Dalam Bahaya Hipertensi

Khoirudin Joyo

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu dari penyakit yang disebabkan karena adanya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Namun kebanyakan orang yang memiliki tekanan darah tinggi tidak menyadari dengan  penyakitnya. Hal ini dikarenakan hipertensi adalah penyakit yang tidak memiliki gejala.

Beberapa orang beranggapan bahwa rasa pusing atau sakit kepala merupakan tanda darah tinggi. Namun menurut dr.Siska S.Danny, spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS.Harapan Kita Jakarta, gejalanya biasanya muncul setelah ada komplikasi dari hipertensi. "Keluhan yang dirasakan biasanya sakit kepala hebat, lelah berkepanjangan, gangguan penglihatan, berdebar-debar, nyeri dada, atau sesak napas," katanya dalam acara media edukasi mengenai hipertensi yang diadakan oleh PT.Omron di Jakarta (31/3).
Mengenal Lebih Dalam Bahaya Hipertensi
Mengenal Lebih Dalam Bahaya Hipertensi (img: klimg.com)
Walaupun hipertensi biasanya tidak memiliki gejala yang jelas, bukan berarti penyakit ini tidak berbahaya. "Di RS.Harapan Kita, hampir 60-80 persen pasien serangan jantung ternyata tekanan darahnya tinggi. Pada kasus stroke jumlahnya lebih besar lagi," kata Siska.

Terjadinya tekanan darah tinggi akan meningkat seiring dengan pertambahan usia. Tekanan darah tinggi adalah istilah untuk menunjukkan kondisi, di mana aliran darah pada arteri bertekenan terlalu tinggi untuk tubuh yang sehat. Seseorang disebut menderita hipertensi jika tekanan darahnya di atas 140/90 mmHg.
Tekanan darah tinggi sering disebut sebagai penyakit terselubung karena tidak menimbulkan gejala namun dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan pada organ tubuh.

Beberapa penyakit komplikasi yang sering ditimbulkan oleh tekanan darah tinggi antara lain serangan jantung, stroke, gagal ginjal. "Hipertensi adalah penyakit vaskular, dan pembuluh darah ada di seluruh tubuh sehingga komplikasinya bisa terjadi dari ujung kepala sampai ujung kaki," kata Siska.
Meski demikian, penyakit jantung atau stroke bukanlah penyakit yang disebabkan oleh satu faktor saja. "Penyebabnya multifaktor, bukan hanya tekanan darah tinggi saja, tapi juga ada penyakit lain seperti diabetes, gaya hidup tidak sehat, sampai faktor keturunan," katanya.

Dokter Siska menambahkan, penyakit hipertensi sebenarnya bisa dikendalikan. "Cara deteksinya juga gampang, obatnya dijual di semua toko obat dan harganya murah. Tapi banyak orang yang tidak patuh menjalani pengobatan karena bosan dan penyakitnya tak menyebabkan gejala," ujarnya.
Menurut para ahli setiap orang dewasa yang berusia di atas 18 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah setiap dua tahun sekali. 

Sementara itu, mereka yang memiliki faktor risiko, yakni berusia di atas 40 tahun, memiliki kolesterol tinggi, obesitas, merokok, dan punya riwayat penyakit kardiovaskular di keluarga, disarankan mengukur tekanan darahnya setahun sekali. (nationalgeoghrapic)

0 comments:

Post a Comment