Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Friday, 17 April 2015

Kecanduan Game Candy Crush, Seorang Pria Alami Robek Otot Tendon

Khoirudin Joyo

Dibalik sifatnya yang menyenangkan game ternyata memiliki efek yang cukup berbahaya, selain dapat mengakibatkan kecanduan game juga memiliki bahaya lainnya. Seorang pria asal California mengalami robek di otot tendon akibat bermain di smartphone-nya terlalu sering, begitu yang tertulis di Phone Arena.

Cedera robek otot tendon biasanya sangat sakit, namun pria ini terlihat seperti tidak merasa sakit sama sekali saat bermain, begitu menurut dokter yang merawatnya. "Kita perlu sadar bahwa beberapa video games bisa menjadi semacam penahan sakit digital," begitu tutur Dokter Andrew Doan, salah satu pengarang laporan dan kepala riset adiksi di Naval Medical Center, San Diego. Doan menambahkan, permainan sebagai penahan sakit sering membuat orang tidak mengindahkan.

Kecanduan Game Candy Crush, Seorang Pria Alami Robek Otot Tendon
Kecanduan Game Candy Crush (img: newmediamagazine.it)
Selama 6-8 minggu, laki-laki tersebut memainkan Candy Crush tanpa henti. Begitu seringnya dia bermain, sehingga dia merasakan rasa sakit kronis di jempol kirinya. Para dokter yang menanganinya mengatakan bahwa otot jempol kiri laki-laki tersebut terkoyak, sehingga perlu dioperasi. Bagian otot yang terkoyak adalah otot yang menghubungkan jempol dengan jari telunjuk.

Pada beberapa kasus  tendon sobek di tempat yang dekat dengan tulang dan paling tipis, namun di kasus ini, tendon yang sobek merupakan yang paling tebal, yang sesungguhnya sakitnya lebih intens. Ini mengherankan karena si pasien tidak merasa sakit selama bermain. Menurut laporan, ini terjadi karena saat seseorang bermain video games, mereka bisa merasakan kesenangan yang terkait dengan penahan sakit natural yang diproduksi tubuh, begitu menurut Doan.

Satu hal yang menarik adalah karena lelaki tersebut mengaku bahwa dia tak kecanduan bermain Candy Crush. Dia mengaku bermain game ini terus-menerus hanya sebagai pengisi waktu luangnya setelah dia meninggalkan kerjanya di militer. Jadi, sebaiknya Anda jangan terlalu lama bermain game.

0 comments:

Post a Comment