Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Monday, 6 April 2015

9 Ilmuwan Terbaik Indonesia Versi Webometrics

Khoirudin Joyo

Walaupun dunia penelitian Indonesia belum semaju di Eropa, Jepang, Amerika dan Tiongkok. Namun, para peneliti dari indonesia juga banyak yang telah menorehkan prestasi di dunia. Webometrics merupakan suatu lembaga survey international yang mencoba menyusun daftar ilmuwan Indonesia paling populer pada tahun 2015. Lembaga tersebut telah mengumpulkan data pada bulan Februari 2015, melihat ratusan nama ilmuwan yang bekerja di Indonesia, publikasi dari para ilmuan tersebut, serta kutipan hasil penelitiannya berdasarkan Google Scholar Citation.

Terdapat hanpir  500 nama peneliti yang masuk dalam daftar tersebut. Mereka menggeluti berbagai bidang, mulai dari matematika, biologi, geologi, hingga fisika partikel. Berikut nama-nama yang masuk daftar 9 ilmuwan terbaik Indonesia versi Webometrics:

9 Ilmuwan Terbaik Indonesia Versi Webometrics
Ilustrasi Seorang Ilmuan (img: detik.com)

1. Hairiah Kurniatun
Hairiah Kurniatun tergabung sebagai pengajar di Universitas Brawijaya, Malang, dan peneliti International Center for Agroforestry (ICRAF). Dia merupakan profesor dalam bidang biologi tanah dan ekologi akar. Penelitiannya mencakup hilangnya karbon setelah alih fungsi lahan hingga stok karbon di kebun skala rumah tangga.

2. Suryadi Ismadji
Suryadi Ismadji merupakan seorang pengajar di Universitas Katolik Widya Mandala. Dia menekuni penelitian dalam bidang kimia, utamanya absorbsi dan penanganan air limbah. Salah satu topik risetnya adalah mineral clay untuk menangani logam berat. Dia juga pernah menerbitkan buku yang berjudul Clay Material for Environmental Remediation.

3. Terry Mart
Terry Mart Meraih gelar doktor dari Universitaet Mainz, Jerman, dia memublikasikan beragam makalah penelitian di jurnal fisika internasional seperti Physical Review.  Dia merupakan pengajar fisika di Universitas Indonesia. Dia menekuni fisika partikel teoretis. Salah satu publikasi terakhirnya adalah tentang proton. Dia menantang dogma fisika dengan menyatakan bahwa proton tidak identik satu sama lain.

4. Ferry Iskandar
Ferry Iskandar pernah meraih "Outstanding Intellectual Property Awards" dalam bidang sains dari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi serta Habibie Awards dalam kategori Science dari Habibie Center. Ferry  merupakan dosen di Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia menekuni fisika material elektronika.

5. Danny Hilman Natawidjaja
Danny Hilman Natawidjaja merupakan seorang pakar geologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dia berperan besar dalam mengungkap patahan-patahan penyebab gempa di wilayah Sumatera serta potensi gempa di wilayah tersebut pada masa depan. Salah satu yang berhasil diungkapnya adalah sumber gempa besar Sumatera pada tahun 1797 dan 1833. Hasil penelitiannya juga pernah terbit di berbagai jurnal internasional, seperti Journal of Geophysical Research dan Science.

6. Azyumardi Azra
Pada tahun 2010, Azyumardi meraih gelar "Commander of the Order of British Empire", gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris. Azyumardi Azra adalah pengajar di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Dia dikenal sebagai ahli sejarah, sosial, dan intelektual Muslim. Dia juga aktif dalam dunia kepenulisan, beberapa buku yang pernah dihasilkan antara lain , Historiografi Islam Kontemporer: Wacana, Aktualitas, dan Aktor Sejarah yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama serta The Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Networks of Middle Eastern and Malay-Indonesian? Ulama in the Seventeenth and Eighteenth Centuries terbitan Columbia University.

7. Suharyo Sumowidagdo
Suharyo Sumowidagdo ialah seorang genius  yang menekuni bidang fisika partikel eksperimental. Dia meraih gelar doktor dari Florida State University. Dia juga pernah tergabung sebagai anggota tim peneliti di Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN). Di sana, Suharyo ikut memecahkan misteri tentang Higgs boson atau "partikel tuhan". Sekarang, Suharyo menjadi peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

8. Djoko Iskandar
Djoko Iskandar merupakan ahli biologi dari ITB yang diakui dunia. Dia sangat mengusai dalam bidang amfibi dan reptil, dia juga menemukan beragam spesies baru reptil dan amfibi unik, seperti cicak batik dan katak berkepala pipih. Penemuan terbarunya cukup mengejutkan dunia, yaitu katak yang bereproduksi secara ovovivipar, melahirkan kecebong.

9. R Dwi Susanto
R Dwi Susanto adalah seorang pengajar di Surya University dan University of Maryland di Amerika Serikat. Bidang yang ia tekuni adalah kelautan. Penelitiannya yang cukup terkenal adalah tentang arus laut di Selat Makassar hingga wilayah yang berpotensi untuk pembangkit listrik tenaga arus laut.
Dalam survey yang dilakukan oleh Webometrics, mereka juga memasukkan beberapa nama ilmuwan dari luar negeri yang berkarya di Indonesia. Dalam  daftar 9 besar yang disusun di atas sudah mengecualikan nama-nama tersebut. Webometrics juga menyatakan, daftar itu masih versi BETA. Webometrics mengungkapkan, masih ada gap dan mungkin kesalahan. Mereka juga masih terus menyempurnakan surveynya tersebut dan masih menanti masukan dari berbagai sumber. (Kompas.com)

0 comments:

Post a Comment