Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Thursday, 12 March 2015

Sistem Ekonomi Pancasila Indonesia

Khoirudin Joyo

Indonesia merupakan negara yang kaya akan kelimpahan sumber daya alamnya. Kekayaan alam Indonesia sangat beragam dan menjadi salah satu terbesar di dunia. Banyak pihak yang memanfaatkan kekayaan ini. Di antara pihak-pihak tersebut, banyak yang melakukan penyimpangan terhadap eksploitasi alam Indonesia. Hutan yang awalnya menjadi jantung dari kehidupan, sekarang disulap menjadi lahan perkebunan dan juga pohon-pohon banyak yang ditebang secara sembarangan. Pembukaan lahan perkebunan yang dilakukan dengan membakar hutan secara terus-menerus akan berakibat pada gundulnya hutan yang ada. Hal itu diperparah lagi dengan adanya illegal logging yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Hijaunya hutan seakan semakin hilang di negeri Indonesia ini. Kebakaran hutan dan banjir menjadi hal yang sering melanda di negeri ini. Bencana dan bencana yang terjadi adalah akibat dari keserakahan tersebut. Masyarakat kecil yang semestinya bisa merasakan nikmatnya kekayaan alam Indonesia hanya bisa pasrah dan ikut menanggung akibat dari aktivitas orang-orang yang tidak memikirkan lingkungan yang ada di sekitar.

Dalam UUD 1945, Pasal 33 ayat ketiga berbunyi: “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.” Pasal ini menjelaskan bahwa seharusnya seluruh kekayaan alam Indonesia dapat dinikmati oleh seluruh rakyat tanpa terkecuali. Tetapi pada kenyataannya, perekonomian Indonesia mengalamai sentralisasi yaitu pada Ibukota Jakarta. Laju perekonomian seakan-akan hanya berjalan pesat di satu tempat dan tempat yang lain sangat jauh tertinggal. Ketidakmerataan ini mengakibatkan banyak masyarakat pedesaan yang melakukan urbanisani ke Ibukota.

Dahulu, dasar perekonomian Indonesia mempunyai pondasi terhadap bidang pertanian. Indonesia juga sempat merasakan swasembada beras, tetapi hal itu tidak terjadi lama. Pemerintah mengubah basis perekonomian Indonesia menjadi basis industri. Seorang pakar ekonomi, Prof. Mubyarto berpendapat bahwa sebenarnya indonesia ini negara agraris yang besar. Dulu sawah-sawahnya luas, tetapi sekarang ini lahan persawahan banyak yang beralih fungsi menjadi perumahan dan bangunan-bangunan lain. Beralihnya fungsi ini mengakibatkan hasil dari pertanian semakin menurun. Indonesia yang pernah menjadi negara swasembada beras harus bersusah payah impor beras dari negara lain.
Sistem Ekonomi Pancasila Indonesia
Ekonomi via spriaupulp.org
Sistem Ekonomi Pancasila Indonesia
Pancasila via kimsovipnurul21


Dalam menghadapi masalah-masalah perekonomian yang ada, maka Ekonomi Pancasila sangat dibutuhkan dan perlu dikaji lagi. Hal ini diharapkan agar bisa memberikan solusi dari masalah tentang terjadinya hasil yang terus menurun dari sektor pertanian.

Ekomomi Pancasila mempunyai dua pokok asas, yaitu aspek ilmu dan sistem. Aspek ilmu dimaksudkan sebagai alat untuk mencari kebenaran sedangkan sistem dimaksudkan sebagai aturan dalam melakukan jual beli yang dilakukan oleh pembeli dan pedagang. Ekonomi pancasila tidak bisa jauh dari yang namanya pasar. Pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli. Petani menjual dagangan mereka kepada para pedagang yang kemudian pedagang menjajakannya kepada para pembeli di pasar.

Ekonomi Pancasila sebenarnya adalah ekonomi pasar yang berpedoman pada nilai-nilai moral yang terkandung dalam pancasila. Ekonomi pasar berjalan sendirinya di masyarakat. Perekonomian ini sangat dekat dengan pasar tradisional yang masih kental dengan moral yang ada. Nilai-nilai kemoralan tersebut mengacu pada pancasila, mulai dari sila pertama hingga sila kelima. Sila pertama dan kedua adalah sebagai dasar ekonomi, kemudian sila ketiga dan keempat adalah sebagai cara-cara mencapainya sedangkan sila kelima adalah tujuan dari Ekonomi Pancasila itu sendiri.

Kehidupan masyarakat Indonesia mayoritas dari hasil pertanian. Sektor ini harus terus dikembangkan agar Indonesia dapat mengahadapi masalah pangan dan ekonomi negeri ini. Ekonomi rakyat Indoneisa ini berbicara tentang “Real Life Economics”. Artinya, kehidupan perekonomian ini harus bisa selaras dengan kenyataan dan tidak boleh menyampingkan penopang perekonomian Indonesia yaitu pertanian.  Dengan majunya bidang pertanian Indonesia, bangsa ini sangat bisa menjadi Negara besar yang mandiri. Untuk itu penting untuk kita semua dalam membangun bersama-sama Ekonomi Pancasila Indonesia ke arah yang benar dan lebih baik.

0 comments:

Post a Comment