Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Thursday, 19 March 2015

Inilah Alasan Dilarang Menggunakan Handphone di SPBU

Khoirudin Joyo

Setiap orang di dekade ini hampir semuanya pasti mempunyai Handphone. Terkadang satu orang bisa memiliki lebih dari handphone untuk menunjang keperluannya. Rasanya sangat berat untuk meninggalkan handphone sebentar saja. Penggunaan handphone bisa sangat berlebihan dan membahayakan. Apalagi penggunaan handphone pada tempat yang tidak seharusnya, seperti saat sedang berkendara, saat di tempat ibadah, pesawat terbang, SPBU dan lainnya.

Dari tempat-tempat tersebut, salah satu yang menarik untuk dibahas yaitu larangan penggunaan Handphone saat sedang di SPBU. Inilah dimana kita seharusnya dan sebaiknya tidak mengoperasikan HP, khususnya  saat mengisi bahan bakar kendaraaan di SPBU. 

Kita sering melihat di SPBU tentang larangan menggunakan HP pada saat di SPBU. Banyak dari kita yang tidak tahu kenapa itu dilarang dan masih nekat mengoperasikan atau mengaktifkan atau menggunakan telepon genggam ketika mobil/sepeda motor sedang mengisi bahan bakar di SPBU. Padahal hal tersebut sangat membahayakan. Pada beberapa saat yang lalu ada info dari Divisi Humas Mabes Polri mengenai alasan tentang pelarangan penggunaan Handphone di SPBU. Terus apa hubungannya? berikut adalah alasannya kita tidak mengoperasikan Handphone saat mengisi bahan bakar di SPBU. 
Inilah Alasan Dilarang Menggunakan Handphone di SPBU
Mengisi Bensin di SPBU (img: kusnantokarasan)
Handphone dapat mengeluarkan frekuensi yang cukup tinggi, dan ternyata HP juga mengeluarkan bunga api (meskipun kecil sekali, hanya seukuran 1 mikron. 1 mikron = 1/100 mm). Percikan api ini timbul disekitaran antena koil, akibat beda potensial tegangan yang cukup tinggi.

LED (Light Emitting Diode) yang dipakai pada HP berbeda dengan LED yang dijual di pasaran elektronika. LED pada HP ternyata ‘telanjang’ (langsung terlihat filamen diodanya kontak dengan udara bebas) beda dangan LED toko yang diberi selubung tabung dari plastik sehingga filamennya terlindung.

Pada saat LED menyala, maka akan timbul pijar. Nah pijar dan percikan api dari koil tadi yang kadang-kadang membuat orang jadi berpikir paranoid meledak. Percikan api dan LED tersebut sebenarnya tidak cukup untuk menyulut uap bensin (benzena C4H8O12) di udara terbuka. tapi Lain cerita jika udara yang ada sudah cukup jenuh sekali dengan uap bensin tersebut. Jika cukup jenuh, maka uap bensin tersebut akan dapat terbakar oleh percikan yang cukup kecil tersebut. Efeknya bisa terjadi ledakan yang akan membahayakan setiap jiwa di sekelilingnya.

Dari pemaparan tersebut, mungkin kita masih butuh informasi lebih tentang kebenaran yang masih banyak diragukan beberapa orang. Tetapi sebaiknya hal-hal pencegahan itu lebih utama untuk dilaksanakan daripada hal buruk malah bisa menimpa. Memakai handphone sebaiknya tidak digunakan pada tempat yang dirasa tidak aman untuk digunakan. Lebih baik menggunakan handphonee pada tempatnya yang sudah selas keamanannya dan tidak mengganggu orang lain.

2 comments:

  1. Bener tuh haha aye dah pernah eksperimen nyoba2

    ReplyDelete
    Replies
    1. terus hasil dari percobaan tersebut apa gan? hhe

      Delete