Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Wednesday, 31 December 2014

Tujuh Tradisi Unik Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara

Khoirudin Joyo

Tidak terasa satu tahun telah berakhir. Angka 2014 berganti menjadi 2015. Tahun baru adalah saat yang sangat dinanti-nanti di seluruh dunia. Momen ini identik dengan yang namanya perayaan. Ini merupakan perayaan terbesar yang dilalukan oleh seluruh masyarakat dunia. Biasanya perayaan dihiasi dengan pesta kembang api di setiap sudut kota. Hal itu adalah lumrah yang biasa dilakukan oleh masyarakat dibelahan dunia. Di beberapa negara, perayaan pergantian tahun baru dilakukan dengan menggelar tradisi-tradisi unik yang sangat tidak lazim bagi kebanyakan orang.

Tiap-tiap negara di belahan dunia mempunyai kebudayaan yang berbeda. Kebudayaan mempunyai tatacara serta kebiasaan yang tidak sama juga, termasuk juga dalam merayakan tahun baru. Peristiwa perubahan tahun senantiasa dimaknai juga sebagai momen utama dalam beragam budaya. Senantiasa ada ritual atau perayaan spesial untuk menyongsong datangnya th. yang baru ini. Tak tahu itu pesta meriah, jamuan dengan hidangan spesial, atau ritual.

Tujuh Tradisi Unik Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara
Perayaan Tahun Baru (img: beritasatu.com)

Berikut Tradisi Unik Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara:

1. Filipina
Orang-orang Filipina merayakan tahun baru selalu identik dengan bentuk bulat. Mereka akan menyediakan makanan atau buah-buahan berbentuk bulat atau memakai pakaian atau apapun yang berbentuk bulat. Kebanyakan masyarakat Filipina percaya bahwa uang menjadi jalan kebahagiaan mereka. Sebagai pengharapan rezeki tersebut, mereka mempunyai kepercayaan  untuk menggunakan pakaian dalam dengan corak bentuk bulat pada saat tahun baru tiba. 

2. Jepang
Tahun baru dalah hal utama untuk masyarakat Jepang. Mereka melakukan pesta yang dimaksud bonenkai, yaitu untuk melupakan permasalahan serta kegagalan di tahun yang lalu serta merayakan tahun yang baru. Kebiasaan perayaan tahun baru di Jepang dilakukan dengan berpesta bersama keluarga dengan melihat festival kembang api dan lonceng-lonceng di Kuil Budha. Lonceng-lonceng akan dibunyikan sebanyak 108 kali sepanjang malam hingga pergantian tahun. Hal ini bermaksud sebagai cara untuk menyingkirkan 108 kekurangan manusia. Sesaat anak-anak memperoleh angpao yang dimaksud otoshidama.

3. Afrika Selatan
Melemparkan furnitur yang sudah usang di malam tahun baru sudah menjadi tradisi orang Johannesburg,
Mereka melemparkan barang-barang lama keluar dari jendela. Hal ini bertujuan agar mereka dapat memulai awal tahun dengan kehidupan yang baru. Jangan heran jika banyak barang berhamburan ke luar dari rumah-rumah warga.

4. Belgia
Tahun baru juga disebut Sint Sylvester Vooranvond di Belgium. Anak-anak menulis surat bagi orang tua mereka sebagai bagian dari tradisi turun temurun.

5. Spanyol
Orang Spanyol merayakan pergantian tahun baru dengan memakan 12 butir anggur. Hal ini mereka yakini akan membawa keberuntungan dan kebahagiaan pada 12 bulan di tahun berikutnya. Di beberapa kota seperti Madrid dan Barcelona, penduduknya akan datang ke pusat kota untuk makan anggur inisecara bersama-sama.

6. Yunani
Di Yunani, tradisi perayaan tahun baru dilakukan dengan memotong roti tahun baru yang disebut Vassilopita atau kue St. Basil. dan kepala keluarga dan dibagi-bagikan kepada anggota keluarga lainnya. Dalam kue ini dimasukkan sekeping koin emas. Bagi yang memperoleh potongan kue dengan koin di dalamnya bakal memperoleh keberuntungan di tahun yang baru.

7. Denmark

Hampir sama dengan perayaan di Afrika Selatan. Di Denmark juga melemparkan barang-barang keluar rumah saat perayaan tahun baru. Bedanya setiap orang akan melemparkan gelas dan piring lama ke pintu rumah teman atau kerabat mereka. Mereka akan bergembira bersama-sama merayakan dengan tradisi tersebut. Dengan tradisi ini, mereka bersiap untuk melepaskan hal-hal buruk yang terjadi di tahun lalu dan membawa keberuntungan untuk tahun yang baru.
referensi: yellowpages.co.id, keluarga.com, pajewaw.blogspot.com, tribunnews.com

0 comments:

Post a Comment