Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Monday, 10 November 2014

Merenung Sejenak Kembali ke Masa Perjuangan

Merenung bukan suatu hal yang buruk. Saat kita merenungi masa lalu, mencoba mengembalikan waktu di masa lalu. Membayangkan kita berada di posisi yang ada di waktu lalu. Mengambil setiap hikmah di setiap peristiwa. Hal ini akan menggugah hati kita untuk peka dan merasakan. 



Coba kita menjawab beberapa bertanyaan ini.
  • Indonesia? Apa kita benar-benar cinta Indonesia?
  • Kemerdekaan? Merdeka itu punya siapa?
  • Perjuangan? Mengapa kita tidak bisa memahami beratnya arti perjuangan?
  • Pahlawan? Siapakah yang memperjuangkan Indonesia? Apa kita sudah lupa?
Mari kita posisikan diri kita berada di dimensi waktu lampau saat Indonesia sedang berjuangan mendapatkan Kemerdekaan RI.  Mari kita menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas

Bung Tomo: Salah satu pemimpin revolusioner Indonesia
Para pejuang Indonesia bisa dikatakan pasti cinta terhadap tanah airnya. Tidak mungkin mereka tidak mencintai Indonesia. Mereka rela mati demi kemerdekaan Indonesia. Bukan untuk mencari posisi, bukan untuk mencari harta di kemudian hari, tetapi para pejuang ikhlas membela merah putih agar bisa berkibar di tiang tertinggi. Kemerdekaan Indonesia adalah milik Bangsa Indonesia. Dengan berbagai upaya, walaupun dalam keadaan terbatas, kebulatan tekad menjadikan semangat para pejuang berlipat-libat lebih banyak.

69 tahun yang lalu peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda terjadi. Peristiwa sejarah tersebut terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini merupakan perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Kemerdekaan Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan rakyat Indonesia terhadap kolonialisme yang kita sebut sebagai Peringatan Hari Pahlawan.

Apa kita paham arti perjuangan? Perjuangan itu sangat berat. Perjuangan itu perlu pengorbanan, Perjuangan butuh waktu dan tidaklah singkat. Apa masih kita sempat berfoya-foya dalam kehidupan ini ,jika tahu arti bagaimana perjuangan itu dilakukan. Mungkin kita akan tertunduk malu saat kita mengingat betapa perjuangan itu pernah dilakukan demi kita sekarang di masa ini.

Untuk para pejuang pahlawan bangsa Indonesia. Dalam hati mereka berkata: "Gugur dalam perang adalah sebuah kehormatan. Bertahan dan hidup dalam menuntaskan peperangan melawan penjajah adalah suatu kebanggaan. Itulah ungkapan yang dilontarkan para pejuang negeri yang kini masih mengenyam masa tua." Para pejuang-pejuang ini sebagian masih belum merasakan manisnya buah setelah mencapai kemerdekaan RI. Sebagian dari mereka hidup sederhana dan belum bisa hidup layak, selayaknya orang yang disebut sebagai pahlawan bangsa. 


Semoga Pemerintah memberikan perhatian lebih kepada para pejuang veteran kemerdekaan Indonesia, karena di tangan mereka Merah Putih dapat berkibar di tiang tertinggi dan menjadikan Indonesia ada dan diakui. Sebagai generasi muda, pantasnya kita berjuang menyalurkan pikiran dan tenaga demi kemajuan Indonesia tercinta ini. Minimal kita tidak berbuat sesuatu yang merusak moral;hindari narkoba, jaga moral, jaga kehormatan dan optimalnya kita bisa memberikan prestasi yang membanggakan terhadap Indonesia kita.

Salam damai! Salam Perjuangan! Indonesia Merdeka! Hidup Indonesia!

(Penulis/Khoirudin)





referensi: 
click here
click here 

0 comments:

Post a Comment