Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Friday, 25 May 2012

Naskah Drama Sosiologi tentang Penyimpangan Sosial Masyarakat

Victorious Karim


            Naskah Drama Sosiologi tentang Penyimpangan Sosial Masyarakat/Pelajar kelas X SMA Semester II

          Bel masuk sekolah telah berbunyi, itu berarti waktunya para siswa kelas 12 untuk menjalani Try Out terakhir menjelang Ujian Nasional. Semua siswa kelas 12 memasuki ruang kelas masing-masing.
Siswa            : (duduk di tempat duduk masing-masing sesuai dengan nomor urut ujian)
Pak Udin       : “Selamat Pagi semuanya !!”
Siswa            : “Pagi, Pak.”
Pak Udin       : “Sudah siap yaa?” (sambil membagikan soal)
Siswa            : “Siap Pak!”
            Ternyata ada salah satu siswa yang bernama Algo datang terlambat, ia pun langsung memasuki kelas tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
Pak Udin       : “Hei, kamu! Siapa namamu? Mengapa kamu terlambat?”
Algo              : “Hei, Pak! Kenalin gue Algo. Sorry pak gue bangunnya kesiangan, tadi malem habis  syuting sinetron terbaru nih...”
Pak Udin       : “Udah tau mau TO malah syuting.”
Algo              :“Namanya juga artis beken,Pak!” (berjalan menuju tempat duduk dan   mengabaikan teguran Pak Udin)
Pak Udin       : “Kalian semua sudah bisa memulai mengerjakan soal itu, kerjakan dengan teliti dan jujur. “
Siswa            : “Baik, Pak!”
Semua siswa mulai mengerjakan soal yang diberikan oleh Pak Udin. Namun, Algo hanya memandangi soal dan seakan menganggap enteng soal tersebut. Algo juga tidak mempedulikan teguran Pak Udin.
Pak Udin          : “Algo! Mengapa kamu tidak segera mengerjakan soal itu?”
Algo                 : “Nanti ajalah, Pak. Gampang kok!”
Pak Udin          : “Ayo kerjakan sekarang! Jangan membuang-buang waktu!”
Algo                 : “Haduuh, bawel amat Pak, nanti juga gue kerjain.”
Pak Udin          : “Do it now!”
Algo                 : “Yoooo!” (dengan muka ketus)
Beberapa saat berlalu, 2 teman Algo yaitu Sekar dan Eus tampak kesulitan mengerjakan soal. Mereka meminta tolong pada Algo untuk menanyakan jawaban pada Indah.
Algo                 : (dengan nada lirih memanggil Indah) “Indaaahhhh”
Indah               : (dengan nada lirih menjawab) “Iya?”
Algo                 : “Ada yang mau nyontek nih…”
Indah               : “Siapa tuh?” (memalingkan wajahnya dan kembali mengerjakan soal)
Algo                 : “Itu tuh…”
Indah               : “Arghh siapa sih?”
Algo                 : “Itu tuh tetangga belakang.”
Indah               : “Hmmmm gimana yah? Kasih tau gak yah?”
Algo                 : “Udah buruan!!! Nomor 1 sampai 15!!!”(memaksa Indah)
Lalu indah pun memberikan jawabannya kepada Algo. Sial, jawaban itu tidak diberikan kepada Sekar dan Eus, melainkan Algo pakai sendiri dan justru jawaban miliknya yang diberikan pada Sekar dan Eus.
Sekar & Eus     : “Hloh, apa-apaan ini?” (dengan nada keras dan kaget)
Pak Udin          : “Ada apa ini kok rame-rame?” (berjalan mendekati tempat duduk Sekar dan Eus)
Sekar               : “Ini pak…” (memberikan jawaban dari Algo)
Pak Udin          : “Apa-apaan ini? LOVE IS YOU INDAH? Jelaskan Algo!” (dengan nada kesal)
Algo                 : “Emang masalah buat bapak?” (merasa tidak bersalah)
Pak Udin          : “Ini bukan masalah buat bapak, tapi masalah buat L!” (jengkel dengan Algo)
Algo                 :“Buat gue, mengerjakan dengan hati itu jauh lebih penting daripada mengerjakan dengan perasaan pak. Bwahhaaaaa… (tertawa tanpa beban)
Try Out pun usai. Para siswa segera bergegas pulang untuk mempersiapkan Try Out keesokan harinya. Namun, tidak begitu dengan Algo…
Algo                 : “Hai Indah…” (mendekati Indah yang akan pulang)
Indah               : “Ada apa Go?”
Algo                 : “Hmm…malem ini ada acara gak?”
Indah               : “Jelas dong, kan aku mau belajar buat besok. Emang kamu gak belajar Go?”
Algo                 : “Gampanglah, besok subuh juga bisa belajar.”
Indah               : “Sumpah! Gaya amat kamu Go!” (dengan nada mengejek)
Algo                 : “Kayaknya enak deh kalo male mini bisa semobil sama kamu sambil berkeliling.”
Indah               : “Hahh??? Semobil? Berkeliling? Keliling kemana?” (bingung dan heran)
Algo                 : “Keliling di hati kamu dongggg…hehehhe” (sambil merayu Indah)
Indah               : “Gila kamu Go! Aku gak mau, aku mau belajar aja!” (marah dan menolak ajakan Algo)
Mendengar penolakan dari Indah, Algo pun merasa kesal. Saat itu datanglah Malaikat Jahat dan Malaikat Baik yang hendak mempengaruhi pikiran Algo.
MJ (Nuri)         : “Kalau kamu nyerah, kamu gak lebih dari cupu!”
Algo                 : “Tapi dia bener-bener gak mau jalan sama gue Kat (Malaikat).”
MJ (Nuri)         : “Apa sih susahnya maksa?” (mendesak Algo)
Algo                 : “Bener banget! Oke oke siap!”
MB (Dewi)      : “Hei Algo, jangan dengarkan Malaikat Jahat!”
MJ (Nuri)         : “Heh Malaikat Baik! Rempong banget sih loe!” (kesal dengan Malaikat Baik yang akan menggagalkan rencanya)
Algo                 : “Wooyy!!! Ini ngapain malaikat-malaikat malah pada heboh sendiri?” (bingung)
MB (Dewi)      : “Waahh, maaf bro kalau ganggu. Ya udah kita capcus dulu yahhh…”
MJ (Nuri)         : “Dadadadaaaaaa…”
Pak Udin melihat Algo dan Indah yang tampak sedang berdebat di depan ruang ujian. Beliau pun merasa curiga. Malaikat Jahat datang menghampiri Pak Udin.
MJ (Nuri)         : “Recokin aja mereka, ayo gangguin Pak!”
Pak Udin          : “Hmmm, gimana ya???” (berjalan menghampiri Algo dan Indah)
Indah               : “Pak Udin…tolong saya Pak…”
Pak Udin          : “Ada apa Indah?” (dengan ekspresi khawatir)
Algo                 : “Ohhh, gak ada apa-apa kok Pak, santai aja…” (menyahut pembicaraan Pak Udin dan Indah)
Indah               : “Hmmm, ini Pak, hmmm… saya dipaksa Algo Pak.”
Pak Udin          : “Appppaaaa???!!!”
Algo                 : “Bohong Pak! Saya gak maksa apa-apa kok.”
Pak Udin          : “Sudahlah Algo! Kamu memang anak nakal. Sekarang kamu ke ruang saya.” (marah terhadap ulah Algo)
Pak Udin dan Algo pun masuk ke ruang Pak Udin.
Pak Udin          : “Sebentar ya Go, saya ke belakang dulu.”
Merasa kesal dengan Pak Udin yang sejak pagi terus menegurnya dan menggagalkan rencananya untuk mengajak Indah pergi, tindkan jahat terbesit dalam pikiran Algo.
MJ (Nuri)         : “Lebih baik kamu racuni saja gurumu yang bawel itu.”
MB (Dewi)      : “Jangan, kamu jangan lakukan hal itu Algo, kamu akan mendapatkan hukuman jika kamu lakukan hal itu.”
MJ (Nuri)         : “Ayooo lakukan saja, tidak akan ada yang tahu jika kamu melakukan hal itu pada waktu sepi.”
Algo                 : “Oke! Aku akan racuni guru tadi biar gak bawel.” (Algo mengambil gelas minuman Pak Udin dan hendak memasukinya dengan racun)
Indah               :  (berjalan melewati ruang Pak Udin dan secara tidak sengaja melihat Algo melakukan hal tercela itu) “Algo, kamu lagi ngapain?”
Algo                 : “Gue enggak ngapa-ngapain kok, In”
Indah               : (dengan muka tidak percaya dan penasaran dengan apa yang Algo sembunyikan darinya) “Oh ya udah kalo gitu...”
Algo                 :  (menghirup napas lega) “Aduuhh, untung Indah gak tau...”
Indah               : “Hah, kamu bilang apa ?”
Algo                 : “Enggak kok In, ini lho gatel kepalaku.” (sambil menggaruk bagian kepala)
Algo pun sukses menjalankan rencananya untuk meracuni Pak Udin…
Lalu bagaimana nasib Pak Udin ya???

0 comments:

Post a Comment