Gudang Info yang berisi Berita, Cerita, Hiburan, dan Ilmu Pengetahuan

Sunday, 29 January 2012

Tentang Unsur-unsur Dasar Musik

Victorious Karim

"Tentang Unsur-unsur Dasar Musik"
         Nada adalah  suara atau bunyi yang memiliki keteraturan, maksudnya adalah suara atau bunyi yang memiliki frekuensi tunggal. Nilai frekuensi inilah yang menentukan tinggi rendahnya suatu nada. Tinggi rendahnya arus-ujaran terjadi karena frekuensi getaran yang berbeda antar segmen. Bila seseorang berada dalam kesedihan ia akan berbicara dengan nada yang rendah. Sebaliknya bila berada dalam keadaan gembira atau marah, nada tinggilah yang biasanya dipergunakan orang. Suatu perintah atau pertanyaan selalu disertai nada yang khas. Nada dalam ilmu bahasa biasanya dilambangkan dengan angka misalnya /2 3 2/ yang berarti segmen pertama lebih rendah bila dibandingkan dengan segmen kedua, sedangkan segmen ketiga lebih rendah dari segmen kedua. Dengan nada yang berbeda, bidang arti yang dimasukinya pun akan berbeda.
Irama adalah urutan rangkaian gerak yang menjadi unsur dasar musik. Irama sebagai gerak teratur yang selalu mengikuti jalan melodi akan tetapi irama akan tetap berjalan walaupun melodi berhenti. Irama merupakan gerak musik yang teratur serta tidak tampak dalam lagu melainkan dapat dirasakan setelah lagu tersebut dialunkan.
Tentang Unsur-unsur Dasar Musik
Unsur Dasar Musik (img: mupidayband)
Music Is the Moment
Music is the Moment
Ada beberapa ahli yang mendefinisikan irama, namun secara umum memiliki makna yang sama. Irama merupakan urutan rangkaian gerak yang menjadi unsur dasar music dan tari ( Jamalus : 1989 ). Sedangkan M. Soehartono (1986 ), menyatakan irama sebagai gerak yang teratur, dimana selalu mengikuti jalan melodi. Akan tetapi, irama tetap berjalan walaupun melodi berhenti. Irama bisa berjalan tanpa adanya melodi (tinggi rendah), gerak, dengan panjang pendeknya ayunan. Irama mempunyai keterkaitan erat dengan panjang pendeknya not dan berat ringannya aksen pada not.
Selain itu, di dalam irama juga masih banyak unsur pendukung lain, yaitu birama, pola irama, dan membirama. Birama merupakan ketukan- ketukan yang datang berulang- ulang dengan teratur dalam waktu yang sama ( Atan Hamdja : 1989 : 26 ). Birama juga dapat diartikan sebagai ayunan rangkaian gerak kelompok beberapa pulsa, yang pulsa pertama mendapat aksen kuat, sedangkan lainnya tidak, berlangsung secara berulang- ulang dan teratur ( Jamalus : 1989 ). Birama juga mempunyai 4 notasi, yaitu tanda birama, ruas birama, garis birama, dan garis penutup.
Pola irama merupakan sekelompok bunyi yang dengan susunan irama tertentu dalam satu atau beberapa birama yang muncul secara berulang- ulang dan teratur. Dalam sebuah lagu, ada beberapa pola irama, yaitu pola irama rata, pola irama tidak rata, sincope, pola suku bangsa, poliritmik, dan polimerik.
Sedangkan membirama merupakan teknik dan seni memimpin permainan music bersama. Seara sederhana membirama berarti memimpin atau member aba- aba kepada segenap orang untuk menyajikan music atau menyanyi bersama. Membirama merupakan ketrampilan yang berwujud pola- pola isyarat dengan menggunakan gerak tangan dalam memimpin sajian music secara bersama- sama.

Melodi merupakan perangkaian bunyi nada menjadi suatu rangkaian yang mewakili ide musik yang kemudian akan menjadi sajian yang mantap dan teratur jika dilengkapi unsur irama. Dalam melodi, terdapat beberapa unsure pembentuk yaitu bunyi, notasi melodi, tangga nada, tanda kromatik, dan interval. Bunyi merupakan peristiwa getaran, dapat cepat, ataupun lambat. Jika bunyi bergetar dengan cepat, maka bunyi yang dihasilkan tinggi. Sedangkan jika sumber getarnya lambat, bunyi yang dihasilkan lambat.
Bunyi dapat di bagi menjadi dua, yaitu nada dan gaduh. Nada adalah bunyi teratur gerakan, baik lama maupun kecepatan getarnya, nada inilah yang akan dirangkai menjadi sebuah lagu atau melodi. Melodi tersebut kemudian dikembangkan menjadi notasi melodi untuk mempermudah dalam pembelajarannya. Misalakan notasi huruf John Curwen, notasi ini merupakan notasi paling mudah yang didasarkan pada bunyi nadanya yaitu notasi tersebut dibaca dengan do re mi fa so la si do. Notasi ini lebih tepat dikembangkan pada anak sekolah dasar, karena kemudahannya yaitu dengan menggunakan huruf pertama dari do – re – mi. Selain itu ada pula notasi angka (Cheve), notasi ini merupakan notasi pertolongan untuk mempermudah mempelajari notasi musik. Kemudian oleh orang awam dianggap sebagai notasi yang dianggap pokok, sehingga menganggap notasi ini sebagai notasi musik. Notasi ini memiliki kelebihan yaitu mudah (khususnya untuk tiga oktaf), akan tetapi tidak dapat digunakan dalam pengembangan dan penyajian musik pada tingkat yang lebih tinggi. Notasi ini juga memiliki tinggi nada yang tetap, sebab tinggi nada hanya diperbandingkan antara satu dengan yang lain. Notasi ini juga terbatas untuk penyajian musik lanjut, sahingga anak akan mengalami hambatan jika mempelajari notasi musik sebenarnya.
Tangga nada yaitu susunan satu set nada- nada yang memiliki jarak- jarak atau interval tertentu diantara satu nada dengan nada lain. Tangga nada disusun atas 8 nada, yaitu tangga nada diantonis, minor, kromatis, Debussy, pentatonis, pelog dan slendro.
Urutan nada nada yang tersusun secara bertahap atau berjenjang disebut Tangga Nada, dan biasanya ditulis dengan abjad “A” sampai “G”.
Tangga nada memiliki dua varian yaituyang biasa disebut “Tangga Nada Dasar” dan ada yang disebut dengan “Tangga Nada # (baca: kruis/kres) atau b (baca: mol). Simbol mol berbentuk seperti huruf ‘b’. Tangga nada kres atau mol mulai dari 1 kres/mol sampai 7 kres/mol. Tema yang akan saya coba angkat disini adalah tentang Tangga Nada Dasar
Tangga Nada Dasar adalah tangga nada dengan nada dasar 1 (baca: do) = C. Pada tangga nada ini tidak ada kres/mol. Dan dari tangga nada inilah semua perhitungan kres/mol dimulai.
Tangga nada 1=C bila ditulis menjadi : C-D-E-F-G-A-B-ke C lagi (1 oktaf)
Dengan menulis tangga nada yg ditulis “do sama dengan” bisa diartikan sebagai tangga nada mayor. Tangga nada minor ditulis bukan dengan “do sama dengan”, melainkan umumnya “la sama dengan”. Bagaimana sebuah tangga nada disebut mayor atau minor? Setiap tangga nada memiliki hukum yang namanya hukum jarak
Pada tangga nada mayor berlaku hukum jarak yaitu :
satu-satu-setengah-satu-satu-satu-setengah
Bila dijabarkan menjadi
jarak C ke D = 1, D ke E = 1, E ke F = 1/2, F ke G = 1, G ke A = 1, A ke B = 1, dan B ke C lagi = 1/2.
Yang berjarak setengah di tangga nada ini adalah dari E ke F dan B ke C.
Tangga nada minor berlaku hukum jarak yaitu :
satu-setengah-satu-satu-setengah-satu-satu
Sehingga di tangga nada dasar minornya adalah : A-B-C-D-E-F-G-A
Pada gitar/bass gitar jarak dari satu fret ke fret berikutnya adalah setengah. Jadi bila ingin menaikkan satu nada, geser 2 fret. Pada orgen, keyboard atau piano, jarak setengah adalah jarak dari tuts putih ke tuts hitam sesudah/sebelumnya, namun bila di antara 2 tuts putih tidak ada tuts hitam (B ke C dan E ke F) maka dihitung sebagai satu jarak.
Tangga nada mayor dan minor akan terdengar perbedaannya pada saat dimainkan dengan alat musik. Tangga nada mayor bila didengarkan akan terasa keceriaan, cerah dan segar.  Berbeda dengan tangga nada minor yang bila didengarkan akan terasa suram dan kelam. Penggunaan masing masing tangga nada ini tergantung dari “rasa” musik atau lagu yang ingin disajikan.

Harmoni merupakan salah satu elemen dasar yang paling penting dari musik dan disertakan dalam setiap komposisi musik. Elemen ini mengacu pada kombinasi dari akord atau catatan musik dimainkan bersama. Hal ini juga mengacu pada hubungan antara catatan dan seri di mana mereka bermain. Harmony bergandengan tangan dengan melodi lagu, karena mendukung kelompok catatan yang dimainkan untuk membangun melodi. 
Reference: berbagai

1 comments:

  1. wah lengkap juga nih gan infonya, makash ya

    ReplyDelete